Senin, 28 May 2018
radarsurabaya
icon featured
Features Surabaya

Masjid Mohammad Cheng Ho Rayakan Imlek dengan Cara Islami

Senin, 12 Feb 2018 22:00 | editor : Abdul Rozack

HIAS LAMPION: Masjid Cheng Ho dihiasi lampion berwarna merah untuk turut memeriahkan Tahun Baru Imlek, Sabtu (10/2).

HIAS LAMPION: Masjid Cheng Ho dihiasi lampion berwarna merah untuk turut memeriahkan Tahun Baru Imlek, Sabtu (10/2). (Ismaul Choiriyah/Radar Surabaya)

Perayaan tahun baru Cina/Imlek  merupakan  tradisi turun temurun dari Tiongkok yang masih tetap dilestarikan hingga kini. Tak terkecuali warga keturunan yang muslim. Meskipun ideologi sudah berbeda, namanya tradisi tetap dilestarikan. seperti yang dilakukan di Masjid Mohammad Cheng Ho. 

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Selama Februari ini, Masjid Cheng Ho ramai dengan berbagai kegiatan, baik keagamaan maupun sosial bernapas Islam. Kegiatan yang digelar ini untuk memperingati Imlek yang jatuh pada 16 Februari mendatang.

Ketua Takmir Masjid Cheng Ho, Ahmad Hariono Ong memaparkan, serangkaian acara yang diadakan di Masjid Cheng Ho dalam memperingati Imlek, di antaranya medical check up, dzikir, pengajian akbar, dan donor darah yang diikuti dengan kajian tasawuf, bersalawat menyambut Imlek bersama anak yatim. Sebagai penutup akan diadakan bhakti sosial kesehatan holistic yang akan dilaksanakan pada 17 Februari mendatang. 

“Imlek merupakan budaya Tiongkok. Jadi meskipun kami muslim masih tetap melestarikannya,” kata Hariono ditemui Radar Surabaya, Sabtu (10/2). 

Menurut dia, meskipun Imlek adalah budaya Tionghoa, masjid Cheng Hoo tetap mengapresiasi tradisi leluhur. Hal ini nampak di sepanjang  serambi masjid yang dihiasi oleh lampion-lampion besar khas Tionghoa. Bagi masyarakat Tionghoa, pendaran warna merah dari lampion merupakan simbol pengharapan bahwa di tahun yang akan datang akan diwarnai dengan keberuntungan, rezeki, dan kebahagiaan.  Dalam legenda klasik, lampion juga dianggap sebagai pengusir arwah jahat. 

Bukan tanpa alasan mengapa Masjid Cheng Ho mengadakan serangkaian acara yang bernapaskan keislaman. Dengan ini, diharapkan selain tradisi leluhur tetap terpelihara, ada syiar Islam yang tersampaikan di dalamnya.  Begitu juga dengan donor darah dan santunan anak yatim yang merupakan kegiatan sosial dari Masjid Cheng Ho.  

“ Alhamdulillah, animo masyarakat sangat baik disetiap kegiatan kami. Pengajian akbar kita kemarin dihadiri oleh 500 orang lebih. Apalagi untuk medical check up, kami sampai membuat dua sesi karena yang mendaftar melebihi kuota yang kami sediakan,” jelas dia. 

Hariono menambahkan, Masjid Cheng Ho Surabaya memang selalu aktif dalam menghidupkan kegiatan keagamaan. Telah berdiri sejak tahun 2001, berbagai kegiatan keagamaan yang rutin dilakukan di antaranya dzikir dan doa bersama tiap Sabtu malam, kuliah subuh, dan sarapan pagi bersama setiap Ahad, dan pengajian M7 (Minggu jam 7). (*/hen) 

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia