Sabtu, 23 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Politik Surabaya

Belum Rekam e-KTP , KPU Siapkan Form ACKWK

Senin, 12 Feb 2018 20:35 | editor : Abdul Rozack

ilustrasi e-KTP pilgub jatim

ilustrasi e-KTP pilgub jatim (ilustrasi)

SURABAYA-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim berharap semua daftar pemilih tetap (DPT) telah terekam e-KTP. Bagi yang belum melakukan perekaman, KPU menyediakan form ACKWK (data pemilih potensial). 

Komisioner KPU Jatim Choirul Anam mengatakan, di proses pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih pihaknya tetap melakukan juga terhadap yang belum perekaman e-KTP. “Tetap kami lakukan pendataan. Mereka punya hak pilih. Namun kita sarankan yang pertama mereka segera melakukan perekaman di dispendukcapil setempat,” ujar Anam saat ditemui di Kantor KPU Jatim Jalan Tenggilis Surabaya, Sabtu (10/2). 

Jika kemudian, lanjutnya, belum juga malakukan perekaman. Maka KPU menyediakan form khusus bagi mereka, yakni ACKWK. Jadi yang sudah memiliki e-KTP bisa membawanya saat hari pencoblosan, lalu sudah perekaman cukup bawa surat keterangan (suket) dan bagi masyarakat belum perekaman dimasukkan dalam form ACKWK. Form ini disediakan oleh KPU. 

“Untuk hak pilih tetap kami fasilitasi agar memiliki hak pilih. Form ACKWK ini adalah daftar dari KPU yang belum memiliki e-KTP. Hanya untuk memilahkan antara yang sudah memiliki e-KTP dan yang belum. Form itu nanti akan kita umumkan dan kita berikan kepada panwas dan tim pemenangan calon,” bebernya. 

Diharapkan dengan dipegangnya form ACKWK oleh Panwas dan tim pemenangan calon, bisa mengurangi dugaan kecurangan. Serta tentunya masyarakat yang belum melakukan perekaman tetap bisa memiliki hak pilih. Sebab, mulai pilkada tahun ini pemerintah mencanangkan bahwa seluruh DPT telah terekam e-KTP. Ini guna mengurangi kecurangan yang mungkin terjadi dengan kepemilikan kartu tanda penduduk (KTP) ganda. 

Sebelumnya, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan Jatim Siti Nurahmi mengatakan, sebenarnya perekaman e-KTP ini ditargetkan tuntas pada 2017. Namun karena beberapa kendala yang ada membuat hal tersebut belum selesai hingga sekarang. Data yang disebutkan, sampai akhir tahun lalu, yang sudah melakukan perekaman 29.789.454 jiwa. Sedangkan yang belum melakukan perekaman sebanyak 496.541 orang. 

Mimin, sapaan akrab Siti Nurahmi, untuk mengejar target tersebut pihaknya akan mendorong pemerintah kabupaten/kota segera merampungkan kekurangan ini. Pemprov pun meminta pemerintah daerah segera menjemput bola ke wilayah pelosok. Karena itu butuh kreatifitas agar semua masyarakat mau untuk segera melakukan perekaman data diri.

Beberapa, daerah yang masih banyak adalah Sumenep, Kabupaten Malang, Kabupaten Kediri, Jember, dan Pamekasan. Surabaya sendiri masih ada, namun angkanya tidak terlalu besar dibanding di wilayah kepulauan dan pelosok desa. Hal tersebut dikarenakan masyarakat perkotaan lebih mudah kesadaran melakukan perekaman dibanding pedesaan. (bae/hen)

(sb/bae/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia