Kamis, 21 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Events Surabaya

Lomba Melukis Topeng, Eratkan Orang Tua dengan Anak

Senin, 12 Feb 2018 21:15 | editor : Abdul Rozack

LUKIS TOPENG: Pasangan ibu dan anak, Miken dan Steven, saat mengikuti lomba melukis topeng yang diadakan oleh Gosyen School di Atrium Ciputra World Su

LUKIS TOPENG: Pasangan ibu dan anak, Miken dan Steven, saat mengikuti lomba melukis topeng yang diadakan oleh Gosyen School di Atrium Ciputra World Surabaya (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

SURABAYA-Momen Imlek juga sangat pas dijadikan sebagai ajang berkumpul keluarga yang di hari biasa sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. Di bulan Februari ini, banyak sekali kegiatan yang diadakan untuk menyemarakkan momen tersebut. Seperti lomba melukis topeng yang diadakan oleh TK Gosyen School di Atrium Ciputra World Surabaya, Sabtu (10/2). 

“Ini adalah momen yang tepat. Karena biasanya orang tua  sibuk dengan gadget masing-masing. Jadi kami beri waktu bagi orang tua untuk terlibat dalam kegiatan putra-putrinya. Dengan kegiatan ini, anak  bisa memiliki rasa kebanggan bahwa  mama dan papanya bisa mendampingi saat lomba,” kata Endah Sulistyowati, Kepala Sekolah TK Gosyen ditemui Radar Surabaya di sela-sela acara. 

Dalam lomba yang berdurasi satu jam ini, kekompakan orang tua dan anak diuji. Mereka harus memberikan nyawa dalam topeng tersebut dengan membubuhkan warna pada karakter topeng yang tak berwarna  menjadi semenarik dan sekreatif mungkin. Topeng karakter yang dilukispun bervariasi mulai dari hewan dan wajah manusia. 

Lomba melukis ini diikuti oleh siswa TK Gosyen dari berbagai tingkat di antaranya TK A, TK B, dan Playgroup. Meskipun namanya lomba mewarnai orang tua dan anak, pada praktiknya tetap orang tua lah yang bekerja paling banyak. Sementara sang anak, hanya mengamati atau bahkan berlarian ke sana-ke mari. Namun bagi Endah, itu bukanlah masalah, karena tujuan utama dari kegiatan ini adalah kedekatan orang tua dan anak.

“Sudah saya prediksi, ya memang begitu kalau mengadakan lomba untuk anak TK. Makanya, waktu yang kami  berikan banyak, satu jam lamanya,” imbuhnya seraya tertawa.

Dari 35 peserta, diambil enam juara yakni juara satu, dua, tiga dan harapan satu sampai tiga. Kriteria penilaiannya meliputi  kreativitas, perpaduan warna, dan kerapian. (is/hen)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia