Senin, 25 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

DPRD Jatim Minta Pembangunan Umbulan Diminta Sesuai Perjanjian

Selasa, 13 Feb 2018 10:20 | editor : Abdul Rozack

HARAPAN: Sumber mata air Umbulan di Desa Umbulan, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan ini menjadi harapan untuk menambah pasokan air bersih bagi wa

HARAPAN: Sumber mata air Umbulan di Desa Umbulan, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan ini menjadi harapan untuk menambah pasokan air bersih bagi warga Surabaya. (Dokumen Radar Surabaya)

SURABAYA-Air suplai dari Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) Umbulan sangat diharapkan oleh warga Surabaya untuk menambah pasokan air. Namun, sampai sekarang pengerjaan proyek yang sempat tertunda puluhan tahun tersebut masih menimbulkan masalah. 

DPRD Jatim pun meminta PT Meta, selaku pelaksanaan proyek, melalui Pemprov Jatim agar memenuhi janji khususnya. Di antaranya soal perbaikan pada galian dan jalan. Ketua Komisi D DPRD Jatim, Edi Paripurna mengatakan saat ini hampir 60 persen jalan di Pasuruan rusak berat karena lalu lalang kendaraan berat untuk proyek Umbulan. “Waktu itu sudah kami ketemukan dengan Pemprov Jatim. Dan pihak eksekutif siap menjembatani,” ujar Edi, Sabtu (10/2). 

Hal senada juga disampaikan Anggota Komisi A DPRD Jatim, Muzammil. Menurut politisi asal Nasdem ini jika sejumlah LSM menuntut soal kejelasan Amdal hingga keabsahan perjanjian dengan pihak ketiga. Dirinya pun menuntut agar pemerintah Jatim menaati perjanjian yang sudah ada. 

Sementara itu, Kepala Dinas BLH Jatim Diah Susilowati menuturkan, pihaknya hanya sebatas melakukan pemantauan di lapangan. Selebihnya untuk pelaksanan proyek ada di Dinas Cipta Karya dan PUPR. Tapi terlepas dari itu, pihaknya tetap melakukan  pengawasan di lapangan. Dimana  masa konstruksi wajib melakukan pemantauan uji kualitas udara, kualitas air dan kebisingan, gangguan lalu lintas akibat galian, perbaikan jalan rusak, estetika memasang rambu-rambu keamanan.

“Semua wajib dilaporkan Rencana Pengelolaan lingkungan dan pemantauan lingkungan setiap 6 bulan sekali. Termasuk masalah sosial adanya ganti rugi juga dilakukan apabila dampaknya menggangu masyarakat selama konstruksi. Hasil evaluasi lapangan pelaksana proyek akan mematuhi ketentuan yang dipersyaratkan agar pembangunan tetap aman dan dampaknya dikendalikan," kata Diah. 

Sebelumnya, PDAM Surya Sembada berharap mendapat tambahan dari proyek Umbulan milik Pemprov Jatim untuk menekan kerugian dan kurangnya air pasokan ke masyarakat. Hanya saja, tambahan dari Umbulan ini tidak bisa langsung diberikan. Data yang didapat, bahwa suplai air dilakukan secara bertahap selama tiga tahun. Masing-masing 300 liter per detik tahun pertama, 500 liter per detik, hingga mencapai seribu liter per detik kemudian. 

Seandainya air tersebut bisa turun sesuai jadwal, maka kebutuhan air di tahun 2020 bisa terpenuhi. Sebab, sesuai estimasi Kota Surabaya membutuhkan air sebanyak 2.800 liter per detik. 

Disamping berharap dari Umbulan, Muji juga menyampaikan perlunya modernisasi pabrik. Sebab, produksi penggunaan tanah sebagai instalansi produksinya masih sangat sedikit. (bae/hen)

(sb/bae/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia