Kamis, 21 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Gresik

Hendak Disuntik Difteri, Anak-Anak Lari dan Menangis

Selasa, 13 Feb 2018 09:44 | editor : Aries Wahyudianto

Kepala Puskesmas Sukomulyo dr. Anik Luthfiyah, saat menenangkan salah satu siswa MI Al Maarif Sidomukti menangis ketika menjalani imunisasi difteri, k

EKSPRESIF: Kepala Puskesmas Sukomulyo dr. Anik Luthfiyah, saat menenangkan salah satu siswa MI Al Maarif Sidomukti menangis ketika menjalani imunisasi difteri, kemarin. (Esti/Radar Gresik)

Dinas kesehatan (Dinkes) kembali melakukan suntik vaksin difteri kepada 361.077 anak. Ini merupakan lanjutan dari tahap pertama yang telah menyasar  376.056 anak. Saat mengikuti vaksinasi tersebut tingkah polah siswa terlihat lucu. Mereka terlihat menangis saat mendapatkan giliran disuntik.

Salah satunya, Hassan Asyayi, siswa kelas 2 MI ini menangis saat dibujuk petugas Puskesmas Sukomulyo. Bahkan lucunya, siswa ini mulanya hanya diam seakan-akan sudah diberimunisasi. Karena salah satu kawannya memanggil guru dan petugas kesehatannya, alhasil ia dihampiri.

Ia mendortong meja hingga keluar kelas dan terjadi drama kejar-kejaran, antara guru dan tenaga kesehatan dari puskesmas. Bahkan ada puskesmas yang melakukan kampanye ORI Difteri. Seperti Puskesmas Alon-alon Gresik yang melaksanakan kampanye keliling wilayah kerjanya. Menggunakan musik hingga kereta mini berkeliling sekaligus melakukan sosialisasi.

“Menghadapi anak-anak memang harus dengan pendekatan khusus, jadi harus cermat dan halus agar mereka tidak takut dan bisa mendapatkan imunisasi tanpa pemaksaan. Bila memang tidak bisa dibujuk, maka tenaga kesehatan terpaksa tidak memberikan imunisasi dan menjadwal ulang,” terang Kepala Puskesmas Sukomulyo dr. Anik Luthfiyah.

Anik menyebutkan, wilayahnya yang memang sebelumnya KLB kini tinggal 5.111 anak. Sedang di hari pertama imunisasi difteri, pihaknya fokus pada 500 anak di MI Al Maarif Sidomukti. Ia menjelaskan, jadwal ORI ini akan berlangsung hngga pertengahan Maret. Selanjutnya, di bulan April akan ada jadwal ulang bagi anak-anak yang belum mendapat imunisasi difteri. “Kami sudah siapkan puluhan tenaga kesehatan, untuk menangani 5 desa, 26 sekolah dan 65 Posyandu,” sebut dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan M. Nurul Dhollam menyebutkan, penuntasan ORI Difteri memang tinggal 361 ribu anak. Karena sudah dilakukan ORI, pada wilayah Puskesmas Sukomulyo Desember lalu, sebanyak 14 ribu anak. Ia mengatakan, ORI atau imunisasi difteri kali ini dilakukan secara serentak, dengan tujuan mencegah persebaran penyakit difteri di Gresik. Sebelumnya, pihaknya sudah melakukan kordinasi multipihak agar terlaksana imunisasi dengan lancar dan aman. “Imunisasi dilakukan untuk memutus rantai persebaran penyakit. Sebab, difteri merupakan penyakit yang berpotensi mewabah. Selain itu, penyakit tersebut tergolong mematikan,” jelas dia.

Ia menambahkan, penyakit tersebut menyerang bagian tenggorokan. Penderita akan mengalami nyeri telan. Jika tidak segera ditangani, penyakit itu bisa mengganggu jalan nafas dan mengancam nyawa. Seluruh puskesmas dikerahkan untuk melakukan vaksinasi. Beberapa rumah sakit juga dilibatkan. Target imunisasi ini sendiri mulai usia 1-19 tahun. Selain balita, siswa di tingkat TK sampai SMA juga menjadi sasrannya. Ia menjelaskan, pelacakan penyakit yang berpotensi mewabah ini dilakukan dengan siaga selama 1x24 jam. “Terlebih pasien positrif Diofteri yang di Suci sudah membaik dan dilakukan pemantauan kesehatan dari puskesmas setempat,” imbuh dia. (est/rof)

(sb/est/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia