Senin, 28 May 2018
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Kaypang hingga Wiro Sableng Siap Tegakkan Perda

Nama-Nama Unik Tim Satpol PP

Selasa, 13 Feb 2018 13:26 | editor : Wijayanto

SERBA PINK:Pinky Trail yang terdiri dari para personel cewek Satpol PP.

SERBA PINK:Pinky Trail yang terdiri dari para personel cewek Satpol PP. (JPNN)

SURABAYA – Penegakan perda milik Pemkot Surabaya menjadi salah satu kewajiban dari anggota Satpol PP Surabaya. Karena itu, dengan 13 tim yang dimiliki saat ini, Satpol PP berharap sejumlah pelanggaran bisa langsung ditertibkan untuk menjaga agar perda tetap bisa ditegakkan.
Kepala Satpol PP Surabaya Irvan Widyanto mengatakan, saat ini ada 13 tim yang ada di Satpol PP. Tim tersebut memiliki kewajiban masing-masing untuk menjalankan tugasnya. Diharapkan dengan adanya pembagian tim tersebut, masing-masing tim bisa menjalankan isi perda.
“13 tim yang ada saat ini sudah maksimal dalam menjalankan tugasnya,” katanya, Senin (12/2).
Dalam menjalankan tugasnya, Satpol PP juga memiliki cara agar dalam melakukan tugasnya bisa diterima oleh masyarakat. Di antaranya membuat tim-tim dengan nama unik yang mudah diingat, tapi tetap tegas dalam penegakan perda. “Biar kesannya tidak menakut-nakuti masyarakat, kita hanya menjalankan kewajiban,” terangnya.
Menurutnya, dengan anggota Satpol PP yang hanya sekitar 500 personil, dibagi dalam 13 tim. Tim-tim tersebut yakni tim Kungfu Panda, Kombros (kompor ngebros), Judge Bao, Kaypang, Segway, Undur-Undur, Rembug, Becak Air, Pikachu, Asuhan Rembulan, Odong-Odong, Pinky Trail dan Wiro Sableng.
“Tugasnya beda-beda dan memiliki personil yang jumlahnya juga berbeda,” ucapnya.
Dia mencontohkan, tim yang baru dibentuk yakni tim Wiro Sableng. Tim yang berjumlah 32 orang yang dibagi dalam dua pleton tersebut bertugas menjaga markas komando, dan siap diterjunkan dalam menghadapi segala jenis situasi. “Diberi nama Wiro Sableng karena tim ini dibentuk pada 2 Desember sesuai tato Wiro Sableng,” ujarnya.
Dia menambahkan, pemberian nama-nama itu sebenarnya terinspirasi dari nama-nama tim di jajaran kepolisian, sehingga ia pun menilai perlu untuk membentuk tim-tim. Namun, karena Satpol PP berhadapan dengan masyarakat, bukan penjahat, maka timnya harus unik dan akrab di telinga warga dan mudah penyebutannya. “Kami berkawan dengan warga untuk menjaga kota sesuai dengan perda,” jelasnya.
Namun, ada pula penentuan namanya yang disesuaikan dengan latar belakang tim, seperti Kaypang atau partai pengemis. Nama itu disematkan kepada salah satu tim karena tugas mereka adalah merazia gelandangan, pengemis dan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) di Surabaya.
Sementara itu, tim Kungfu Panda disematkan kepada tim penertiban reklame, karena komandan tim itu berbadan gemuk seperti Panda. Sedangkan nama Tim Pikachu disematkan kepada tim huru-hara karena dibentuk pada saat penutupan Dolly untuk mengantisipasi keamanan di Dolly. (vga/nur)

(sb/vga/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia