Sabtu, 26 May 2018
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Dhandhaka Turqa, Keanggunan yang Paripurna

Selasa, 13 Feb 2018 13:39 | editor : Wijayanto

Dhandhaka Turqa, Keanggunan yang Paripurna

SURABAYA - Yang klasik, yang berkelas. Pernahkah mendengarkan ungkapan itu?. Barang-barang klasik, apapun itu, selalu memiliki nilai lebih yang mampu menonjolkan sisi elegan dan kelas pemakainya, tak terkecuali untuk busana. Kesan inilah yang ingin ditampilkan Lia Afif dalam karya modest wear (busana muslim, Red) yang diberi tema Dhandaka Turqa.
“Dhandaka Turqa  merupakan gabungan bahasa Sansekerta dan Inggris. Dhandhaka yang berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya puisi. Sedangkan turqa adalah turunan dari turquoise, dari bahasa Inggris yang berarti toska. Secara keseluruhan bermakna sebuah puisi tentang rangkaian keindahan warna toska dalam sebuah karya,” jelas desainer berbakat ini, Senin(12/2).
Sesuai dengan temanya, busana rancangan Lia Afif menggabungkan dua unsur yang saling mengindahkan. Wastra (kain tradisional, Red) kebanggan dari pengrajin batik Trenggalek yang sarat akan nilai historis, budaya dan keaslian warisan nenek moyang. Bertemu dengan warna toska dan light grey yang menonjolkan sisi tenang dan elegan perempuan.
“Kedua unsur yang digabungkan itu menciptakan ikatan harmonis dengan alam, asal dari semua kehidupan,” imbuhnya.
Potongan gaun A line sengaja dibuat minim detail, namun lebih menonjolkan motif batik Trenggalek itu sendiri. Motif batik yang ramai mampu mempertegas detail busana sehingga tampak berkelas. Tambahan detail batu alam dan beeds semakin mempercantik tampilan busana.
“Kesan dari penggabungan batik dan potongan yang modern menjadikan busana ini tampak klasik, namun berkelas,” pungkasnya. (is/nur)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia