Kamis, 21 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Pemerataan Infrastruktur Perlancar Ekonomi Daerah

Selasa, 13 Feb 2018 13:58 | editor : Wijayanto

APRESIASI: CEO Mayapada Group Dato’ Sri Tahir saat kuliah umum di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga Surabaya, Senin (12/1).

APRESIASI: CEO Mayapada Group Dato’ Sri Tahir saat kuliah umum di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga Surabaya, Senin (12/1). (CINTIA/RADAR SURABAYA)

SURABAYA – Kebijakan ekonomi di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengedepankan pemerataan pembangunan infrastruktur diapresiasi CEO Mayapada Group Dato’ Sri Tahir. Dalam pemerintahan Jokowi, pembangunan infrastruktur mengisi 50,1 persen dalam usaha melancarkan perekonomian Indonesia. 
“Selama tiga tahun pemerintahan, titik beratnya ada di pembangunan infrastruktur. Pemusatan pembangunan infrastruktur di berbagai daerah akan mempengaruhi kelancaran perekonomian. Tentu harus didukung dengan energi sumber daya manusia yang memadai,” kata Tahir saat kuliah umum di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga Surabaya, Senin (12/1).
Menurut Tahir, salah satu usaha untuk menghasilkan produk yang mempunyai nilai tambah dan meningkatkan produktivitas perlu adanya revolusi industri. Yaitu industri yang berorientasi ekspor, sehingga mampu menggerakkan dan menggairahkan investor lokal untuk berinvestasi. 
“Dengan adanya nilai tambah suatu produk, gaji buruh akan lebih tinggi dengan kualitas yang lebih baik,” jelasnya.
Sedangkan dalam peningkatan produktivitas, lanjut dia, terdapat beberapa hal yang harus diperdalam seperti manajemen atau tata kelola yang baik. Selain itu, peran generasi milenial juga sangat penting untuk menghasilkan produk yang bernilai lebih dengan peningkatan kualitas skill, inovasi, dan kerjasama yang baik.
“Indonesia merupakan negara yang besar dan lengkap. Pariwisata dan potensi agriculture akan menjadi salah satu kekuatan di Indonesia yang akan menciptakan devisa sangat tinggi, dengan skill culture yang bagus, tentu akan menambah nilai poduktivitas,” terangnya. (cin/hen)


(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia