Senin, 25 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Politik Surabaya

Khofifah-Emil dan Gus Ipul-Puti Resmi Bertarung di Pilgub Jatim

Selasa, 13 Feb 2018 14:06 | editor : Wijayanto

SYARAT LENGKAP: Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur Eko Sasmito (batik cokelat) mengumumkan penetapan  dua pasangan cagub dan cawagub yakni Syaifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno dan Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak, akan beradu jumlah suara d

SYARAT LENGKAP: Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur Eko Sasmito (batik cokelat) mengumumkan penetapan dua pasangan cagub dan cawagub yakni Syaifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno dan Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak, akan beradu jumlah suara d (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim menyatakan bahwa berkas dua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jatim Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno dan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak telah memenuhi syarat. Keduanya pun ditetapkan oleh KPU sebagai pasangan yang sah bertarung di Pilgub Jatim 2018.
Ketua KPU Jatim Eko Sasmito mengatakan, setelah melaksanakan rapat pleno dan sesuai pasal 48 ayat 1, berdasarkan hasil perbaikan registrasi dan dokumen perbaikan persyaratan calon. "KPU Jatim menetapkan dua pasangan bakal Cagub dan Cawagub yang memenuhi syarat sebagai berikut, Khofifah Indar Parawansa berpasangan dengan Emil Elistianto Dardak dan Saifullah Yusuf berpasangan dengan Puti Guntur Soekarno," ujar Eko, Senin (12/2).
Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jatim Muhammad Amin yang turut hadir menambahkan, setelah ditetapkan KPU Jatim, kedua kandidat punya hak dan kewajiban yang melekat sebagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur di Pilgub Jatim 2018. Dia berharap agar kedua kandidat dan tim pemenangan bisa menahan diri. Jangan sampai, kegiatan yang dilakukan kedepan, melanggar aturan yang berlaku.
"Kami berharap, semua pasangan calon menahan diri tidak melakukan aktifitas yang dilarang undang undang. Koordinasi pasangan calon permasalahan yang muncul diharapkan ditampilkan bersama sama," kata Amin.
Dengan penetapan kedua pasangan calon ini, selanjutnya pada hari ini dilakukan pengambilan nomor urut. Yang rencananya bakal dilakukan di Hotel Mercure. KPU Jatim punya alasan sendiri kenapa pengambilan nomor urut tak dilakukan di kantor Tenggilis. Komisi pemilihan beralasan, butuh tempat lebih luas lagi. Mengingat tidak hanya dihadiri oleh calon dan tim pemenangan saja, melainkan juga para pendukung.
Sementara itu, Ketua tim pemenangan Khofifah-Emil, M. Roziki pasca penetapan akan langsung tancap gas menyiapkan masa kampanye. Disebutkannya, timnya sudah menyiapkan Juru kampanye Handal untuk merebut suara di grass root. Dia optimis, kandidat yang diusungnya akan terpilih menjadi Gubernur Jatim. "Kita sudah menyiapkan tim kampanye dan Insya Allah akan berhasil," kata Roziqi. 
Hal senada juga disampaikan oleh Sekretaris ketua tim pemenangan Khofifah-Emil,  Renville Antonio. Dirinya menegaskan bahwa banyak tokoh masyarakat yang ingin bergabung mendukung pasangan Khofifah-Emil. Tidak hanya tokoh masyarakat, tapi juga ada unsur kiai dan bu Nyai. "Tidak ada keinginan khusus terkait noor urut. Yang penting bagi kami adalah menang," tandas Renville.
Ditempat yang sama, Sekertaris Tim Pemenangan pasangan calon Saifullah Yusuf-Puti, Sri Untari mengatakan, semua partai politik sudah sampaikan bahwa siapa saja tokoh yang akan turun kampanye. Dan pihaknya menjamin bahwa semua tokoh partai bakal turun.
"Hari ini setelah dari sini (KPU Jatim), kami akan rapat teknis tanggal 13 Februari. Kaena semua tim harus mencerminkan bagaimana visi dan misi Gus Ipul-Puti dalam menyampaikan program ke masyarakat. Yang pasti kita punya 5 misi, 1 visi dan sembilan agenda. Kesemuanya tergabung dalam janji kerja," kata Untari.
Dia pun menghimbau, ketika kampanye nanti, semuanya tidak boleh melakukan kampanye yang dilarang. Pihaknya mengaku sudah berkordinasi dengan semua cabang partai di daerah. Bahkan dirinya telah membentuk tim evaluasi dan tim advance yang bertugas kalau gus ipul dan puti datang ke suatu tempat untuk melihat dulu kondisinya. Apakah ada pelanggaran atau tidak. "Kita ingin tertib dan tenang," ungkapnya. (bae/nug)

(sb/bae/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia