Senin, 25 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Politik Surabaya

Demokrat: Tak Ada Masalah dengan Dukungan Hanura ke Khofifah

Selasa, 13 Feb 2018 14:10 | editor : Wijayanto

Renville Antonio

Renville Antonio (DOK)

SURABAYA - Tim pemenangan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jatim Khofifah Indar Parawasa-Emil Elestianto Dardak mengaku tak terganggu dengan perpecahan yang terjadi di Partai Hanura. Pasalnya,  KPU Jatim telah menetapkan persyaratan calon sah dan memenuhi syarat.
“Sebetulnya kita sudah tidak punya masalah, karena semuanya sudah disampaikan (KPU) bahwa formulir B1KWK, B2KWK dan B4KWK semuanya memenuhi syarat. Artinya Hanura secara organisasi telah memenuhi,” ujar Sekretaris Tim Pemenangan Khofifah-Emil, Renville Antonio, Senin (12/2).
Politisi Partai Demokrat ini menjelaskan, semuanya tidak ada masalah. Tim pemenangan pun sudah terbentuk, yang terdiri dari anggota partai politik sebelumnya. Dimana setiap partai pengusung sudah membagi tugas siapa yang menangani pilgub. Sebab, momen seperti ini tugas partai sangatlah banyak. Mereka harus berkosentrasi mengurusi pemilihan daerah serta persiapan verifikasi partai politik oleh KPU. Sehingga tatanan tersebut sudah berjalan dan tertata rapi.
“Saya tidak tahu (soal internal Hanura), tapi yang pasti, Warsito (Sekretaris DPD Hanura Jatim) sudah menandatangani berkas saat pendaftaran. Seperti B1KWK, B2KWK dan B4KWK. Tidak ada gangguan, kan sudah di tandatangani oleh Pak Oso (Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang, Red) juga,” bebernya.
Terkait siapa Hanura yang benar, pria yang menjadi anggota DPRD Jatim itu pun menolak mengomentarinya. Dirinya tidak mau terlalu dalam turut campur masalah dualisme pengurus di tubuh Partai Hanura. Itu urusan internal partai. Pihaknya tidak bisa turut campur mengenai hal tersebut.
Perlu diketahui, perseteruan internal  Hanura di tingkat pusat, berdampak hingga di daerah. Dewan pimpinan daerah Jatim pun ikut terbelah. Ada kubu Kelana Aprilianto, yang merupakan ketua DPD Hanura Jatim versi Ketum Oesman Sapta Odang dan muncul DPD Hanura Jatim zaman now pimpinan Ki Soedjatmiko, hasil Munaslub II 2008 silam.
Terbelahnya pengurus daerah Jatim itu ditengarai berdampak pada usulan revisi dukungan Partai Hanura di Pilgub Jatim. Jika sebelumnya mengusung Khofifah-Emil, disebut-sebut berbelok ke Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno atas usul kubu Ki Soedjatmiko.
Sementara, kubu Kelana tetap menganggap bahwa munculnya DPD Hanura Jatim tandingan tidak sah dan menyalahi aturan. Bahkan dikabarkan, jika pihaknya akan segera mengambil langkah hukum untuk melaporkan ke Polda Jatim mengenai pencemaran nama baik. (bae/nug)

(sb/bae/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia