Minggu, 24 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Cari Bukti Korupsi P2SEM, Sekwan DPRD Jatim Diperiksa Kejati

Selasa, 13 Feb 2018 14:31 | editor : Wijayanto

Ahmad Jailani

Ahmad Jailani (NET)

SURABAYA - Langkah awal Kejati untuk mengusut kasus dugaan korupsi dana hibah Program Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SEM) dari Pemprov Jatim dimulai. Senin (12/2), Kejati jatim memanggil Sekretaris Dewan (Sekwan) Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jatim, Ahmad Jailani. Pemanggilan Jailini dilakukan penyidik untuk dimintai keterangan sebagai saksi dalam kasus dana hibah tahun 2008 silam.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Sekwan dipanggil sekitar pukul 09.00 pagi. Kemudian sekitar pukul 10.00 Jailani datang dan langsung diperiksa di ruang penyidik. Pemeriksaan dilakukan selama dua jam atau sampai pukul 12.00. Sedangkan menurut sumber yang enggan disebutkan namanya, Jailani diperika sebagai saksi atau undangan untuk diminta keterangan terkait kasus tersebut.
“Benar, hari ini (kemarin,red) memang ada pemanggilan terkait penyelidikan kasus P2SEM. Yang dipanggil yakni Sekwan DPRD Jatim atas nama Ahmad Jailani guna dimintai keterangan tentang kasus P2SEM,”  Ungkap sumber Internal Kejati Jatim, Senin (12/2).
Ditelisik secara detail, sumber tersebut mengatakan jika yang bersangkutan dimintai keterangan mengenai pengetahuannya terhadap dana hibah P2SEM tahun 2008 itu. Sebab saat ini Kejati Jatim tengah menyelidiki dugaan dana hibah yang merugikan negara hingga ratusan miliar rupiah.
“Hanya sebatas permintaan keterangan saja, karena masih penyelidikan dan belum bisa diekspose terlalu banyak,” imbuhnya.
Sementara mengenai siapa yang akan dipanggil selanjutnya, sumber tersebut enggan menjelaskan secara detail. Hanya saja nama-nama yang akan dipanggil sudah disiapkan, namun belum bisa dipastikan.
Seperti yang diberitakan sebelumnya,  Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jatim, Didik Farkhan Alisyahdi menyatakan bahwa surat perintah penyelidikan dugaan kasus korupsi P2SEM sudah keluar awal Januari 2018. Pada penyelidikan kasus ini, mantan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Surabaya ini mengaku sudah melakukan langkah-langkah penyelidikan. Salah satunya, pemanggilan sejumlah saksi yang diduga mengetahui kasus tersebut.(yua/no)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia