Senin, 25 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Features Surabaya

Percantik Hotel, Libatkan Penyandang Disabilitas

Selasa, 13 Feb 2018 19:46 | editor : Abdul Rozack

TRAINING: Salah seorang penyandang disabilitas sedang membersihkan area Hotel Majapahit Surabaya.

TRAINING: Salah seorang penyandang disabilitas sedang membersihkan area Hotel Majapahit Surabaya. (ISTIMEWA)

SURABAYA – Program pelatihan dari Dinas Tenaga Kerja Surabaya dengan melibatkan penyandang disabilitas disambut positif oleh Hotel Majapahit Surabaya. Salah satu hotel bersejarah  yang terletak di Jalan Tunjungan tersebut memberikan training kepada kurang lebih 10 penyandang disabilitas untuk belajar mengenai bagaimana departemen housekeeping di sebuah hotel melakukan pekerjaannya. 

Director of Talent and Culture Hotel Majapahit Surabaya Emilia Kusrini mengungkapkan, meski memiliki keterbatasan namun para penyandang disabilitas yang rata-rata tuna rungu dan tuna wicara tersebut tetap memiliki hak dan kewajiban yang sama seperti lainnya. Mulai dari beraktivitas, berwisata, mengenyam pendidikan, bahkan bekerja. 

“Di tengah keterbatasannya, ternyata mereka semangat untuk terus belajar hal-hal yang baru. Apalagi pelatihan seperti ini juga belum pernah mereka lakukan sebelumnya. Kami akui, antusiasme mereka sangat bagus,” puji Emilia, kemarin.

Selama 40 hari, lanjut dia, aktivitas para difabel ini akan dijumpai di area-area umum Hotel Majapahit Surabaya. Seperti area kamar, lorong, dan juga taman. Mereka tidak hanya bertugas untuk menjaga kebersihan saja namun juga diajari bagaimana menyambut tamu agar tamu merasa feels like home ketika menginjakkan kaki di hotel. “Kami ingin agar mereka juga belajar bagaimana membuat para tamu betah selama menginap disini. Salah satunya adalah dengan memberikan senyum kepada tamu. Jadi selain tamu akan notice dengan kebersihannya, tamu juga dapat terkesan dengan keramahan para karyawannya,” tambah Emilia. 

Namun meski harus berbaur dengan karyawan lain, dia mengatakan, para difabel yang menggunakan tanda pengenal khusus tersebut sama sekali tidak minder. Mereka tetap melaksanakan setiap tugas yang diberikan dengan semangat menggebu-gebu. “Untuk tanda pengenalnya sendiri memang dimaksudkan agar tamu dapat tanggap bila sedang bertanya sesuatu. Karena ada beberapa dari mereka yang tuna rungu,” jelasnya. (rul/hen)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia