Senin, 25 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Features Sidoarjo

120 Jam Ngaji Nonstop di Tahanan Polresta Sidoarjo

Rabu, 14 Feb 2018 03:30 | editor : Lambertus Hurek

IBADAH: Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Himawan Bayu Aji (berdiri tiga dari kiri) bersama para tahanan Polresta Sidoarjo di sela ngaji 120 jam nonstop selama lima hari.

IBADAH: Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Himawan Bayu Aji (berdiri tiga dari kiri) bersama para tahanan Polresta Sidoarjo di sela ngaji 120 jam nonstop selama lima hari. (GUNTUR IRIANTO/RADAR SIDOARJO)

Berada di balik jeruji besi bukan berarti tidak bisa beribadah. Polresta Sidoarjo membuat kegiatan “Tahanan Ngaji 120 Jam 5 Hari Nonstop”. Ada sekitar 16 tahanan dilibatkan mengaji yang dibimbing ustad yang langsung didatangkan untuk ikut mengaji

GUNTUR IRIANTO

Wartawan Radar Sidoarjo

SELAMA lima hari, tepatnya 5 Februari hingga 10 Februari 2018, suasana ruang tahanan di Polresta Sidoarjo terlihat berbeda. Biasanya, dari balik jeruji besi itu terdengar nyanyian atau teriakan para tahanan. Namun suara itu berganti menjadi lantunan ayat-ayat suci Alquran. 

Ayat-ayat Alquran tersebut dibaca secara bergantian oleh 16 tahanan Polresta Sidoarjo. Setiap ada yang lelah, kemudian digantikan oleh tahanan yang lain. “Kami ajak mereka tetap beribadah meski di tahanan. Ini juga bertujuan agar mereka dekat dengan Allah dan tidak melakukan hal-hal yang melanggar hukum,” kata Kasat Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) Ipdu Darmadi.

Ia mengatakan, awalnya pemilihan tahanan yang ikut acara mengaji 120 jam nonstop tersebut ada 24 orang. Namun, kemudian mereka diseleksi lagi hingga mendapatkan 16 orang tahanan dari berbagai kasus. 

Menurutnya, memang tidak mudah menggarap kegiatan itu. Sebab tahanan yang sudah terpilih ini sempat mengeluh karena bosan atau lelah. Namun ia tidak patah arang. Iptu Darmadi selalu menyemangati para tahanan agar tetap melanjutkan mengaji. 

Sedikit demi sedikit semangat mereka muncul lagi hingga akhirnya ke-16 orang tersebut mengaji dengan lancar dan bahkan ada yang tidak mau digantikan oleh temannya. “Kata mereka sedikit demi sedikit tidak terasa. Bahkan mereka merasa tenang dan terus mengaji. Saya saja sampai bingung menghentikan mereka,” katanya.

Para tahanan ini didampingi oleh Ustad Lutfi yang merupakan imam masjid Polresta Sidoarjo. Setiap pukul 03.00 para tahanan yang mengaji ini dicek. Awalnya, setelah sang ustad melaksanakan salat tahajud ia langsung menggantikan tahanan untuk melakukan kataman Alquran tersebut. Namun, semakin mendekati akhir para tahanan tidak mau digantikan. 

“Padahal maksud Ustad Lutfi baik agar mereka bisa istirahat, namun mereka tidak mau,” lanjutnya.

Ia bersyukur tahanan menyambut baik acara ini dan antusias mengikutinya. Dua tahanan tercatat membaca juz paling banyak di antara teman-temannya yang lain. “Tahanan tersebut Wanton dan Ahmad Sidik diketahui membaca surat paling banyak daripada yang lain,” katanya. (*/jee) 

(sb/gun/rek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia