Senin, 25 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Politik Sidoarjo

PDIP Ingin Dapil Sidoarjo Dikurangi

Rabu, 14 Feb 2018 03:35 | editor : Lambertus Hurek

Ketua PDIP Sidoarjo Tito Pradopo.

Ketua PDIP Sidoarjo Tito Pradopo.

Rencana penataan ulang Daerah Pemilihan (Dapil) oleh KPU Sidoarjo mendapat respon dari sejumlah partai. Ada yang menginginkan hanya 5 dapil, salah satunya Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sidoarjo. 

“Kami mengusulkan agar lima dapil. Usulan ini sudah kami sampaikan secara tertulis lengkap dengan kajiannya ke KPU Sidoarjo,” ujar Ketua DPC PDIP Sidoarjo Tito Pradopo, Senin (12/2).

Pria yang akrab disapa Bung Tito ini mengatakan dirinya mengajukan perubahan jumlah dapil dari yang berjumlah enam menjadi lima. “Pertimbangannya dari UU No 7 tahun 2017 tentang pemilu. Dalam UU tersebut dijelaskan penataan dapil disesuaikan dengan prinsip-prinsip kesetaraan nilai, proporsionalitas, ketaatan pada system pemilu dan integritas wilayah,” katanya.

Menurutnya lima dapil lebih menjamin terlaksananya prinsip-prinsip amanat UU Pemilu. “Lima dapil ini menghasilkan alokasi kursi yang lebih proporsional yakni antara 9 hingga 11 kursi,” jelasnya.

Dalam usulannya itu, dapil 1 meliputi Kecamatan Sidoarjo, Candi dan Buduran dengan alokasi 11 kursi. Sedangkan dapil 2 meliputi Kecamatan Tanggulangin, Porong, Jabon, Krembung dan Tulangan sebanyak 9 kursi. Lalu dapil 3 ada Prambon, Krian, Balongbendo dan Tarik dengan 9 kursi, serta dapil 4 meliputi Wonoayu, Sukodono dan Taman sebanyak 10 kursi. 

“Sementara itu dapil 5 yakni Waru, Sedati, dan Gedangan dengan 11 kursi,” paparnya.

Di sisi lain, ada parpol yang tidak ingin dapil berubah. Misalnya Ketua DPD Partai Golkar Sidoarjo Warih Andono. Ia mengatakan tidak ingin adanya perubahan dapil. “Saya lebih sreg enam dapil yang digunakan sekarang karena menurut saya sudah cukup proporsional,” ujarnya. (mus/jee) 

(sb/rek/rek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia