Senin, 25 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal

Pencuri Senjata Api TNI AL Berhasil Diringkus, 15 Kali Beraksi di Tol

Rabu, 14 Feb 2018 09:04 | editor : Abdul Rozack

TERSANGKA:Peter  Alfons

TERSANGKA:Peter Alfons (istimewa)

SURABAYA- Setelah melakukan pengejaran, Tim Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya akhirnya meringkus Peter  Alfons, 39. Polisi menangkap pria warga Jalan Dukuh Menanggal Gang 11/39 Surabaya tersebut lantaran menjadi eksekutor atau pelaku utama pencurian senjata api (senpi) milik Peltu J, anggota TNI AL. Tak hanya mencuri pistol TNI, pria asal Ambon ini juga sudah melakukan aksi pencurian sebanyak 15 kali. 

Penangkapan Peter dilakukan pada Senin (12/2). Dia ditangkap di Terminal Osowilangon saat akan melakukan aksinya. Polisi mengetahui keberadaan dan identitas Peter, setelah menangkap tiga tersangka yakni Kardito, Mat Levis, yang terlibat dalam penjualan senpi jenis revolver tersebut. Berdasarkan keterangan ketiganya, orang yang pertama menjual senpi itu adalah Peter. 

"Setelah mendapatkan keterangan ketiganya, kami lantas melakukan pengejaran terhadap tersangka,"  ungkap Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Bima Sakti, Selasa (13/2). 

Bima menjelaskan setelah diringkus, polisi mengetahui jika Peter memang spesialis pelaku pencurian yang beraksi di jalan tol. Berdasarkan catatan polisi, Peter sudah beraksi sebanyak 15 kali. Belasan TKP pencurian tersebut tersebar di Jalan Tol di kawasan Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo. Sasaran tersangka ialah mobil atau truk yang parkir di pinggir jalan. 

"Sebab biasanya mobil tersebut dalam keadaan mogok atau sopir sedang tidur pulas," terangnya. 

Dalam menjalankan aksinya, Peter itu solo karir. Dengan berjalan sendirian, dia menyusuri jalan-jalan tol. Kemudian setelah mendapatkan target berupa mobil yang berhenti, ia lantas menghampirinya. Setelah dipastikan aman, Peter mecuri apapun yang memiliki nilai ekonomis. Seperti aki mobil, HP, hingga senpi milik Peltu J. 

"Setelah itu, tersangka menjual barang-barang hasil curiannya untuk kebutuhan sehari-hari,"  tandas Alumnus akpol tahun 2013. 

Mantan Kanit Reskrim Polsek Pakal tersebut juga mengatakan saat ini pihaknya masih mendalami adanya dugaan lokasi pencurian lain yang dilakukan oleh tersangka Peter. Sementara itu itu, Peter sudah melakukan aksinya, sejak beberapa bulan lalu. Ide tersebut ia peroleh lantaran ia sering mendapati mobil parkir dengan sopir yang tertidur pulas. Termasuk yang terjadi pada Peltu J.

"Dulu saya sering ikut sopir mengantarkan barang, sering istirahat di tol juga, jadi saya tahu," terangnya.  

Seperti yang diberitakan sebelumnya, kasus pencurian ini terjadi pada (22/8). Saat itu, Peltu J memutuskan berhenti di KM 7600 usai pulang karaoke dari kafe suka-suka. Dia berhenti lantaran mengantuk hingga tertidur di mobil. Namun saat ia bangun, ia kaget lantaran senpinya sudah raib. Setelah dilaporkan, Tim Pomal Lantamal V dan Satreskrim Polrestabes Surabaya melalukan penyelidikan hingga menangkap empat pelaku. (yua/no)

(sb/yua/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia