Senin, 25 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Gresik

Tipu Rp 1 M Untuk Wisma Atlet

Rabu, 14 Feb 2018 09:09 | editor : Aries Wahyudianto

Djoko Siswoyuwono dan Junaidi Nainggolan meninggalkan ruang sidang PN Gresik.

PENIPU Djoko Siswoyuwono dan Junaidi Nainggolan meninggalkan ruang sidang PN Gresik. (Yudhi/Radar Gresik)

KASUS pembangunan wisma atlet di Jakarta yang menyeret mantan Kemenpora Andi Malarangeng merembet ke Gresik. Dua PNS Kemenpora Djoko Siswoyuwono, 53, warga Sumurbati Cempaka Putih, Jakarta Pusat dan Ramlan Junaidi Naigolan, 56, asal Pondok Rangon, Cipayung Jakarta Timur dituntut 3 tahun 6 bulan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hadi Sucipto dan Sarief Hidayat membacakan tuntutan dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Gresik dengan Ketua Majelis Hakim, Putu Mahendra, kemarin. Kedua terdakwa menjalani persidangan sejak akhir Desember lalu.

Dalam uraian tuntutannya, JPU menyatakan, kedua terdakwa bersalah melakukan tindak pidana penipuan. Terdakwa  melanggar Pasal 378 KUHP tentang penipuan jo Pasal 55 (1) KUHP. "Atas perbuatan tersebut, kami mohon majelis hakim menghukum kedua terdakwa dengan pidana penjara selama 3 tahun 6 bulan," kata JPU Hadi Sucipto.

JPU juga mengungkapkan, kedua terdakwa menipu saksi korban Dirut PT Tjakrindo, Menganti,  Roni Wijaya sebesar Rp 1 miliar. Uang tersebut diminta oleh kedua terdakwa sebagai pelicin untuk proyek pengadaan wisma atlet di Kemenpora.

Disebutkan, terdakwa menerima dua kali pembayaran dari saksi korban. Pertama uang sebesar Rp 250 juta diberikan di Hotel Wiston Jakarta. Kemudian kedua, para terdakwa mendatangi pabrik PT Tjakrindo yang di Jalan Raya  Kepatihan, Menganti sebesar Rp 750 juta.

"Sehingga total kerugian yang di derita korban satu milyar rupiah, ” tegas JPU Sarief saat membacakan tuntutan.

Sebagai catatan, terdakwa di seret ke meja hijau karena telah turut serta melakukan penipuan. Saat itu, kedua terdakwa mengaku sebagai pemilik PT Putra Ratu Makhota sebagai pemenang tender pengadaan pembangunan wisma atlet. Untuk meloloskan PT Tjakrindo sebagai rekanan terdakwa meminta uang operasional pada perusahaan sebesar satu milyar.(yud/ris)

(sb/yud/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia