Minggu, 27 May 2018
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Gresik

Ditarget 100 Persen, Pegawai Puskesmas Gelar Kampanye

Rabu, 14 Feb 2018 09:16 | editor : Aries Wahyudianto

Pegawai Puskesmas Wringinanom bawa spanduk kampanye pentingnya imunisasi Difteri

KAMPANYE DIFTERI : Pegawai Puskesmas Wringinanom bawa spanduk kampanye pentingnya imunisasi Difteri (Yudhi/Radar Gresik)

KOTA –Untuk  mencapai target sasaran 100 persen dalam imunisasi difteri, Dinas Kesehatan Gresik memerintahkan kepada 32 puskesmas untuk menggelar  kampanye difteri. Pasalnya, tahun 2018 ini, Dinkes Gresik ditarget melakukan imunisasi difteri kepada 367 ribu anak. 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes dr Mukhibatul Khusnah mengatakan karena Gresik pernah berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) difteri,maka target 100 persen  harus tercapai. “Kampanye imunisasi difteri ini sendiri, dibebaskan dan sekreatif mungkin agar bisa mengena kemasyarakat,” lanjutnya. Ditargetkan,  Maret seluruh anak di Gresik sudah mendapatkan imunisasi difteri.

Kini, puluhan puskesmas ini sudah melakukan aksinya secara serentak semenjak Senin (12/2).

Berbagai puskesmas sudah memulai kampanye mereka. Beberapa puskesmas menggunakan kostum unik untuk mencuri perhatian anak-anak. Khusus di jenjang TK dan Sekolah Dasar (SD). Mulai dari kostum koboi, hingga suku Indian yang banyak disuai anak-anak. Beberapa juga ada yang mengadakan event agar lebih semarak dan mengenak ke masyarakat.

Bidan Kordinator Puskesmas Alun-alun Gresik Ismu mengatakan, pihaknya memang melakukan pendekatan dan sosialisasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan mempermudah tenaga kesehatan untuk melakukan pendekatan kepada anak-anak. Mereka menggunakan kereta mini dengan berkeliling wilayah kerjanya. Atribut seperti aksesoris  hingga hiasan balonpun menjadi day atarik tersendiri bagi masyarakat dan anak-anak. “Jadi anak-anak bisa mudah didekati, sedang masyarakat jadi ingin tahu tentang apa yang sedang dilaksanakan puskesmas untuk anak mereka,” terang Ismu yang sedang menggelar kegiatan kampanye imunisasi difteri. 

 Kepala seksi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Nur Farida menambahkan, kamanye ini sengaja dikompetisikan antar puskesmas. Selain untuk mencapai sasaran imunisasi, juga membuat anak-anak lebih tenang. Dari hari pertama pelaksanaan imunisasi difteri, ternyata banyak dari siswa sekolah yang takut dengan jarum suntik. “Sedang kampanye yang menyasar masyarakat umum ini nantinya juga untuk mengingatkan para orangtua agar tak menganggap remeh imunisasi difteri ini,” pungkasnya. (est/han)

(sb/est/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia