Sabtu, 26 May 2018
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

37 Bangli di Simo Kwagean Ditertibkan, Areal Makam Jadi Rumah & Gudang

Rabu, 14 Feb 2018 09:25 | editor : Abdul Rozack

DIROBOHKAN: Dengan menggunakan alat berat petugas membongkar bangunan liar yang berada di dalam komplek makam Tionghoa di Simo Kwagean, Senin (13/2).

DIROBOHKAN: Dengan menggunakan alat berat petugas membongkar bangunan liar yang berada di dalam komplek makam Tionghoa di Simo Kwagean, Senin (13/2). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Kurang lebih 37 bangunan liar (bangli) yang berdiri di atas lahan aset Pemerintah Kota Surabaya ditertibkan. Bangunan liar ini berada di dalam areal makam yang ada di kawasan Simo Kwagean, Kecamatan Sawahan.

Areal makam umum ini sudah beralih fungsi menjadi tempat tinggal semi permanen dan gudang barang-barang rongsokan. Dengan menggunakan backhoe, anggota Satpol PP Surabaya yang dibantu pengamanan oleh pihak kepolisian dan TNI menertibkan bangunan-bangunan liar tersebut. Setidaknya dua buah backhoe dikerahkan untuk mempercepat penertiban.

Kabid Trantibum Satpol PP Kota Surabaya Bagus Supriyadi mengatakan, bangunan liar di kawasan ini ditertibkan karena melanggar, yakni mengalihfungsikan lahan milik Pemkot Surabaya tanpa izin. "Tak hanya itu, rata-rata bangunan disini sudah berdiri hampir sepuluh tahun," imbuh Bagus saat berada di lokasi penertiban, Selasa (13/2). 

Ia juga menambahkan, setelah ditertibkan nantinya lahan ini akan digunakan untuk perluasan lahan areal makam. Diharapkan nantinya areal pemakaman yang selama ini dikelola oleh Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) ini bisa lebih luas dan memiliki tambahan daya tampung.

"Selain itu, kami akan bersihkan areal ini untuk menghindarkan kesan kumuh di kawasan Kota Surabaya. Dan juga malam hari kawasan ini hampir sama dengan makam Kembang Kuning," ungkapnya. 

Dalam penertiban ini, Satpol PP mengerahkan satu peleton anggotanya bersama bantuan anggota linmas. (sur/nur)

(sb/sur/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia