Senin, 25 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Warga Panik, Belasan Pagupon Dirobohkan dan Dibakar

Rabu, 14 Feb 2018 09:41 | editor : Abdul Rozack

LUDES: Anggota Koramil menggergaji tiang pagupon, polisi menurunkan pagupon, lalu dibakar.

LUDES: Anggota Koramil menggergaji tiang pagupon, polisi menurunkan pagupon, lalu dibakar. (YUAN ABADI/RADAR SURABAYA)

SURABAYA- Kedatangan tim gabungan dari Polsek, Satpol PP dan Koramil Tambaksari ke Jalan Ploso Timnur RW 10 membuat sejumlah warga panik. Khususnya bagi mereka yang memiliki pagupon (rumah burung merpati). Sebab kedatangan tim yang berjumlah 45 personel itu akan merobohkan bekupon tersebut. Tindakan tersebut dilakukan lantaran sering dijadikan sebagai arena perjudian balap burung dara. 

Kegiatan merobohkan pagupon itu dilakukan pada Selasa (13/2) pagi. Dengan membawa peralatan seperti linggis dan gergaji mesin, tim gabungan berkeliling di kawasan Jalan Ploso. Hasilnya, tim mendapatkan sebelas titik pagupon yang biasa digunakan untuk arena perjudian. 

Setelah berbicara dengan pemiliknya, petugas langsung mengambil tindakan dengan cara merobohkan pagupon tersebut. Dari sebelas bekupon, tujuh dirobohkan petugas. Sedangkan sisanya dirobohkan oleh pemilik sendiri. Tak hanya dirobohkan, petugas juga membakar pagupon. Tujuannya agar materialnya tak bisa dipakai kembali. 

Kapolsek Tambaksari Kompol Prayitno mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan setelah pihaknya mendapatkan laporan warga Ploso. Mereka mengaku resah dengan adanya pagupon yang sering digunakan sebagai arena perjudian. Kemudian, untuk menciptakan kenyamanan warga, pihaknya mengajak koramil dan Satpol PP untuk melakukan razia tersebut. "Razia tak ada penolakan dari warga. Semua berjalan lancar," ungkap Kompol Prayit. 

Dia mengatakan kegiatan yang sama akan terus ia lakukan, khususnya kawasan di Tambaksari yang sering dijadikan sebagai ajang perjudian burung merpati.(yua/no) 

(sb/yua/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia