Senin, 25 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Camat Minta Lahan Kosong Ditanami Sayur Mayur

Rabu, 14 Feb 2018 09:45 | editor : Aries Wahyudianto

Lahan kosong di Pulau Bawean ini bisa dimanfaatkan untuk ditanami sayur mayur.

Sangat Luas : Lahan kosong di Pulau Bawean ini bisa dimanfaatkan untuk ditanami sayur mayur. (Dok/Radar Gresik)

Sangkapura -Putusnya jalur transportasi laut menjadi pemicu kelangkaan kebutuhan sembako di Pulau Bawean, diantaranya sayur mayur. Inilah yang memantik pemikiran untuk menanami lahan kosong dengan sayur mayur. “Sangat lucu dengan kondisi alam Bawean yang sangat luas ternyata mengalami kelangkaan sayur mayur,” kata Abdul Adim Camat Sangkapura, kemarin.

Lantas kondisi ini memicu pertanyaan siapakah yang di disalahkan sehingga Pulau Bawean mengalami kelangkaan sayur mayur. Padahal menurutnya Pulau Bawean mempunyai lahan yang sangat luas, itupun masih banyak lahan kosong yang belum digarap oleh pemiliknya.

Selama ini kebutuhan sayur-mayur disuplai dari Pulau Jawa. Sehingga sangat bergantung pada kondisi cuaca. Saat cuaca tak bersahabat seperti saat ini, pengiriman sayur-mayur pun terganggu.

Kepala UPT Pertanian Bawean Lailatul Mukarromah menyatakan persoalan kelangkaan sayur mayur diakibatkan putusnya jalur transportasi laut itu wajar saja. Alasannya sayur mayur yang langka, memang tidak bisa tumbuh di Pulau Bawean. Contohnya kubis, kentang, wortel, bawang merah dan lain-lain.

Sedangkan banyaknya lahan kosong yang belum dimanfaatkan oleh pemiliknya, disebabkan hasil tanam selalu merugi dikarenakan buahnya dimakan babi dan kera. Akhirnya warga memilih untuk tidak menanam sayur mayur. "Bagaimana mau bercocok tanam, bila hasilnya tidak bisa diambil,"paparnya.

Disisi lain usaha warga melakukan pemburuan terhadap babi berhadapan dengan hukum. Lantaran babi  termasuk hewan yang dilindungi. “Kalau diteruskan bisa berhadapan dengan BKSDA,” katanya. (bst/rtn)

(sb/ris/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia