Minggu, 27 May 2018
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi
Properti Tumbuh Bagus Tahun Ini

BTN Incar Kredit Baru Rp 43 Triliun

Rabu, 14 Feb 2018 20:20 | editor : Abdul Rozack

KINERJA POSITIF: Dirut BTN Maryono (empat dari kiri) dalam paparan publik Bank Tabungan Negara di Jakarta, Selasa (13/2).

KINERJA POSITIF: Dirut BTN Maryono (empat dari kiri) dalam paparan publik Bank Tabungan Negara di Jakarta, Selasa (13/2). (M NUR ASIKIN/RADAR SURABAYA)

Jakarta-PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN)  terus berupaya melakukan transformasi dan inovasi dalam menjalankan bisnis, terutama dalam rangka menyukseskan program  pemerintah dalam Program Pembangunan Satu Juta Rumah.

“Kita targetkan kredit bisa tumbuh 22-24 persen tahun ini dengan tetap memfokuskan pada pembiayaan KPR (kredit pemilikan rumah),” ujar Dirut BTN Maryono dalam paparan publik Bank Tabungan Negara di Jakarta, Selasa (13/2).

Dengan  pertumbuhan kredit 22-24 persen, total kredit baru sepanjang 2018 diharapkan tumbuh sekitar 43 triliun.

 Maryono merincikan, sepanjang 2017 kredit perumahan yang disalurkan perseroan tercatat sebesar Rp 179,22 triliun, naik 21,14 persen  dibanding penyaluran kredit 2016 yang tercatat sebesar Rp147,94 triliun.

 Di segmen kredit perumahan, KPR pun terkerek naik sebesar 23,26 persen yoy dari Rp 117,3 triliun pada triwulan akhir 2016 menjadi Rp 144,58 triliun di periode yang sama tahun berikutnya. 

 “Kenaikan tersebut juga terpantau berada di atas rata-rata industri perbankan. Bank sentral merekam, hingga akhir 2017, pertumbuhan KPR dan KPA industri perbankan nasional hanya sebesar 11,4 persen yoy,” tuturnya.

Dengan penyaluran tersebut, Maryono menambahkan, Bank BTN juga tercatat masih menguasai pasar KPR di Indonesia dengan pangsa sebesar 36,3 persen. Kemudian, di segmen KPR Subsidi, Bank BTN menjadi pemimpin pasar dengan pangsa sebesar 95,42 persen.

Disamping itu, Maryono memaparkan, KPR Subsidi mencatatkan laju pertumbuhan tertinggi yakni sebesar 32,45 persen yoy dari Rp 56,83 triliun menjadi Rp75,27 triliun pada Desember 2017. KPR Non-Subsidi pun tercatat naik 14,62 persen yoy menjadi Rp 69,3 triliun pada akhir 2017 dari Rp60,46 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya. 

Kemudian, kredit konstruksi Bank BTN juga naik 18,98 persen yoy dari Rp21,92 triliun menjadi Rp26,08 triliun pada akhir 2017. Lalu, kredit perumahan lainnya tercatat senilai Rp8,56 triliun pada Desember 2017. Kredit non-perumahan di emiten bersandi saham BBTN ini juga terpantau naik sebesar 19,78 persen yoy dari Rp16,49 triliun menjadi Rp19,76 triliun sepanjang 2017.

“Kenaikan tersebut ditopang peningkatan kredit konsumer sebesar 1,59 persen  yoy menjadi Rp4,81 triliun dan kredit komersial sebesar 27,12 persem yoy menjadi Rp14,95 triliun pada akhir 2017,” tandasnya.

Dia mengungkapkan  kredit perumahan masih mendominasi komposisi pinjaman Bank BTN sepanjang 2017  yang mencapai 90,07 persen dari total pinjaman yang disalurkan perseroan. 

“Dengan berbagai transformasi dan inovasi dalam rangka mendukung Program Satu Juta Rumah, Bank BTN sukses mencetak laba bersih senilai Rp 3,02 triliun dan penyaluran kredit yang tumbuh sebesar 21,01 persen atau di atas rata-rata industri perbankan nasional,” ujar Maryono. (mna/hen) 

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia