Senin, 28 May 2018
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Sudah 3000 Komputer, Jika Masih Kurang Anggaran Akan Ditambah

Rabu, 14 Feb 2018 20:52 | editor : Abdul Rozack

PERSIAPAN: Okta (kiri) dan Anira siswi kelas XII SMA 16 Surabaya tampak serius mengerjakan soal Bahasa Inggris dalam simulasi yang digelar, Kamis (8/2

PERSIAPAN: Okta (kiri) dan Anira siswi kelas XII SMA 16 Surabaya tampak serius mengerjakan soal Bahasa Inggris dalam simulasi yang digelar, Kamis (8/2). (ANGGUN ANGKAWIJAYA/RADAR SURABAYA) (Dokumen Radar Surabaya)

SURABAYA-Komisi D DPRD Surabaya akan mengawasi proses pengadaan komputer yang digunakan untuk pelaksaan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional Komputer (UASBNK) dan Ujian Nasional Berstandar Komputer (UNBK). Sekitar 3 ribu komputer sudah masuk tahap lelang yang akan digunakan untuk jenjang SD dan SMP sederajat.

Ketua Komisi D DPRD Surabaya Agustin Poliana mengatakan, UASBNK yang diperuntukkan untuk siswa SD nantinya akan menggunakan komputer. Sama halnya dengan UNBK SMP dipastikan tidak ada peminjaman laptop kepada para siswa. "Anggaran sekitar Rp 50 miliar untuk pengadaan komputer tersebut," jelasnya.

Politisi PDI Perjuangan ini menegaskan, pengadaan komputer tersebut akan membuat siswa lebih fokus. Sehingga, tidak ada alasan jika masalah komputer jadi kendala. "Jadi jangan sampai membebani siswa untuk pinjam laptop," jelasnya.

Menurutnya, pengadaan komputer harus bisa tuntas sebelum pelaksaan UNBK sekitar Mei nanti. Sebanyak 42 ribu siswa SMP sederajat akan bisa menikmati komputer tersebut tanpa menggunakan laptop. "Jika masih ada shift wajar karena ruangan juga terbatas," ucapnya.

Dia menegaskan jika masih ada sekolah yang menggunakan laptop berarti penghitungan yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan tidak cermat. Nantinya pada PAK atau APBD 2019 Komisi D akan mengusulkan anggaran lagi. "Kita prioritaskan lagi penambahan anggaran jika masih kurang komputer," ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan M Ikhsan mengatakan, komputer tersebut akan disalurkan kepada 370 lembaga SD dan SMP negeri. Untuk SD, keperluannya meliputi pemenuhan laboratorium, ruang guru, dan ruang tata usaha (TU). Sedangkan jenjang SMP, komputer diberikan guna melengkapi laboratorium ruang guru dan keperluan UNBK. "Kami sudah menghitung kebutuhan komputer dan kami harap sudah lengkap," katanya. (vga/no)

(sb/vga/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia