Senin, 25 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Sportainment Sidoarjo

Pendowo FC Sukodono Wakili Jatim di Liga Anak

Kamis, 15 Feb 2018 03:00 | editor : Lambertus Hurek

CALON BINTANG: Tim sepak bola Pendowo FC (belakang) bersama Akademi Persebaya (depan, jersey hijau) sebelum partai final kompetisi sepak bola anak se-Jatim.

CALON BINTANG: Tim sepak bola Pendowo FC (belakang) bersama Akademi Persebaya (depan, jersey hijau) sebelum partai final kompetisi sepak bola anak se-Jatim. (IST)

Pembinaan pemain sepak bola usia dini cukup berhasil di Sidoarjo. Ini terlihat dari prestasi yang ditorehkan para pemain bola tingkat sekolah dasar (U-12) dalam sejumlah turnamen di Jawa Timur. Pekan lalu, Pendowo FC Sukodono meraih juara pertama kompetisi sepak bola anak se-Jatim.

Di partai final, tim asuhan pelatih Sutriono itu menang telak 3-0 atas Akademi Persebaya. Padahal, lawan yang dihadapi bocah-bocah asal Kecamatan Sukodono itu tidak ringan. "Alhamdulillah, anak-anak bermain lepas dan penuh semangat. Kerja sama tim juga bagus," ujar Sutriono kepada Radar Sidoarjo kemarin.

Dengan hasil ini, Pendowo FC berhak maju ke kompetisi Sepak Bola Anak Indonesia (SBAI) di Jakarta pada 28 Maret mendatang sebagai wakil Provinsi Jawa Timur. Ini merupakan torehan prestasi ciamik Pendowo FC dalam dua tahun terakhir. Sebab, selama ini Sutriono yang mantan pemain sepak bola profesional itu lebih fokus dalam pembinaan usia dini. 

"Kami juga rutin mengadakan turnamen sepak bola antar-SSB dan jambore sepak bola Kecamatan Sukodono. Nah, dari situlah saya melihat anak-anak punya kemampuan untuk bermain di level yang lebih tinggi," katanya.

Selepas menjuarai kompetisi sepak bola anak se-Jatim, Sutriono mengaku langsung melakukan persiapan kompetisi SBAI tingkat nasional di Jakarta. Selain latihan rutin di lapangan yang berlokasi di dekat Jalan Raya Sukodono, para pemain akan mendapat gemblengan khusus. Mulai dari peningkatan fisik hingga teknik dan strategi. 

"Tentu saja tetap memperhatikan kegiatan anak-anak itu di sekolah," katanya. 

Sutriono mengaku tidak membenani anak-anak asuhnya dengan target yang muluk-muluk. Para pemain yang masih sangat belia itu dimotivasi untuk bermain sebaik mungkin dan selalu menikmati pertandingan. Kerja sama tim supaya selalu ditonjolkan baik dalam latihan maupun pertandingan. "Paling tidak anak-anak bisa lolos ke semifinal. Syukur-Syukur-syukur bisa jadi finalis," ujarnya. (sar/rek)

(sb/sar/rek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia