Senin, 25 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Sidoarjo

Lima SMPN Dapat Pelajaran Bahaya Narkoba

Kamis, 15 Feb 2018 03:10 | editor : Lambertus Hurek

Seorang polisi mengajar materi antinarkoba di salah satu SMP.

Seorang polisi mengajar materi antinarkoba di salah satu SMP. (IST)

Saat ini para remaja yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) telah menjadi target market bandar-bandar narkoba. Inilah yang mendorong pihak kepolisian untuk melakukan sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba di sekolah-sekolah.

Sosialisasi mulai digelar di SMPN di Sidoarjo. Para siswa mengikuti kelas khusus dalam Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) untuk kelas VIII. Sekarang sudah berjalan dua kali pertemuan atau setara empat jam pelajaran. Ada lima sekolah yang mendapat mata pelajaran antinarkoba, yaitu SMPN 1 Sidoarjo, SMPN 2 Sidoarjo, SMPN 4 Sidoarjo, SMPN 6 Sidoarjo, dan SMP PGRI 1 Buduran.

Kasatresnarkoba Polresta Sidoarjo Kompol Sugeng Purwanto mengatakan, pihaknya menunjuk 23 anggota untuk mengajar mata pelajaran bahaya narkoba kepada para pelajar. Para polisi ini sebelumnya sudah mendapat pembekalan tentang metodologi pengajaran layaknya guru-guru biasa. Ada enam bab buku khusus tentang narkoba dan dampaknya bagi remaja.

"Setelah ini kami menunggu lima sekolah lagi yang akan diberikan materi ini. Semuanya yang mengatur Dikbud Sidoarjo sesuai perjanjian dengan Kapolresta Sidoarjo," katanya.

Kompol Sugeng Purwanto mengaku gembira karena para siswa antusias mengikuti pelajaran baru ini. Banyak siswa yang bertanya definisi narkoba hingga jenis-jenis dan dampaknya bagi kesehatan. Sekolah-sekolah lain pun minta dijadwalkan mata pelajaran itu. "Kami sudah sampaikan ke sekolah atau wali murid agar meminta ke dikbud agar dijadwalkan mata pelajaran antinarkoba," tuturnya.

Menurut Sugeng, mata pelajaran tentang bahaya narkoba sebagai bagian dari pembentukan moral siswa di Kabupaten Sidoarjo. Ini sesuai dengan petunjuk Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Himawan Bayu Aji. Pihaknya juga sengaja memilih siswa kelas VIII sebagai peserta didik karena pada usia 14-15 tahun para remaja senang mencoba hal-hal baru. (gun/rek) 

(sb/gun/rek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia