Selasa, 19 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Politik Surabaya

Tentukan Nasib, Masyarakat Harus Cerdas dalam Pilgub

Jumat, 16 Feb 2018 20:50 | editor : Abdul Rozack

Tentukan Pilihan di Pilgub Jawa Timur 2018

Tentukan Pilihan di Pilgub Jawa Timur 2018 (ilustrasi)

SURABAYA- Pengamat politik dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Airlangga Pribadi mengajak masyarakat memilih secara cerdas dalam pemilihan gubernur (pilgub) Jatim 2018. Ajakan ini merespon inisiatif baik dari Bawaslu Jatim yang telah mengadakan deklarasi damai.

Airlangga mengatakan, masyarakat harus cerdas dalam memilih karena pilihan pemimpin saat ini akan menentukan nasib hidup masyarakat Jatim selama lima tahun ke depan. Dosen politik ini memandang, memilih dengan cerdas dan bersikap dewasa dalam setiap pemilihan kepala daerah sangat penting. "Setiap pelaksanaan pilkada selalu ada insiden-insiden yang meresahkan masyarakat, seperti adu domba umat beragama, membuat kekacauan yang pada akhirnya mendorong instabilitas politik di Indonesia. Itu harus dihindari," katanya.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat dan sikap dewasa elit politik dalam mengikuti setiap tahapan pilkada sangat perlu untuk menjaga stabilitas agar tidak berlangsung penyebaran isu-isu negatif. Seperti isu menyangkut suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA), dan tidak menggunakan strategi berbasis SARA untuk menjatuhkan lawan politik. "Jangan gunakan isu negatif yang bisa menyesatkan dan membuat suasana tidak kondusif," ucapnya.

Meski begitu, Airlangga yakin isu-isu yang berbasis SARA tidak akan berdampak signifikan. Pasalnya, kondisi sosial masyarakat Jatim sangat jauh berbeda dengan DKI Jakarta. Walaupun demikian upaya-upaya untuk mencegah dan tidak boleh lengah harus dilakukan.

Selain itu, Airlangga melihat isu gender lebih berpotensi “digoreng” ketimbang isu SARA. Namun demikian, isu ini tidak akan memberikan dampak signifikan. Sebab, pemilih di Jatim sudah rasional dan tidak terlalu mudah termakan dengan isu-isu seperti itu.

Karena itu, Airlangga mendorong kepada pasangan calon agar menawarkan program-program pembangunan untuk jangka lima tahun ke depan. Di Jatim 10 tahun terakhir, program pembangunan sudah bagus. Ke depan, gubernur yang meneruskan harus mampu merawat serta mengembangkan program pembangunan masyarakat.

Terpisah, Ketua DPW PKS Jatim Arif Hari Setiawan menyambut baik deklarasi damai yang sudah dilakukan. Deklarasi itu menjadi modal untuk meminimalisir adanya konflik yang berlatar pada isu-isu negatif. “Kalau di Jatim potensi isu SARA itu bisa dijaga, apalagi calonnya ini sama-sama dari NU sedangkan isu gender itu sudah selesai, mungkin yang masih itu di masyarakat,” ungkapnya.

Terpisah Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Jatim Hendro Tri Subiyantoro mengaku telah berkomitmen untuk menghindari isu SARA, gender dan black campaign dalam strategi pemenangan. “Kita komitmen dengan derklarasi pilkada damai," pungkasnya. (vga/nug)

(sb/vga/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia