Jumat, 22 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Istri yang Kerja Keras, Donjuan yang Habisin untuk Jajan ABG-ABG Gemas

Minggu, 18 Feb 2018 06:05 | editor : Abdul Rozack

Donjuan edisi pakai gaji istri buat jajan ABG gemas

Donjuan edisi pakai gaji istri buat jajan ABG gemas (Grafis: Fajar)

Di mana-mana, yang namanya mencari nafkah, itu kewajiban laki-laki. Namun, memang zaman sudah berubah. Kini makin banyak istri yang banting tulang mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Yang seperti ini seharusnya para lelaki bersyukur, karena punya istri yang mau ikut menanggung kebutuhan rumah tangga dengan cara bekerja. Bagaimana bentuk rasa syukurnya? Tentu saja dengan menjalankan tugasnya sebagai kepala keluarga sebisanya. Tidak neko-neko, tidak aneh-aneh.

Jangan seperti yang dilakukan Donjuan ini.  Ia justru menghabiskan gaji istri untuk nyeleweng. Nah, lho! Kalau yang seperti ini, ya jangan ditiru kelakuannya. Kalau perlu, dibuang ke laut saja.  

Karin, 42, istri Donjuan, terlihat hanya bisa duduk dengan muka memelas di dalam ruang tunggu Pengadilan Agama Kelas 1 Surabaya. Bersamanya ada seorang laki-laki tinggi besar yang tertunduk layu. Ya itulah si Donjuan, 50.

Dari yang terlihat, Karin nampak mengendalikan amarahnya. Sementara Donjuan memasang muka penyesalan yang nampak tak digubris sang istri.

Karin memutuskan untuk menceraikan Donjuan karena baginya,  Donjuan sudah kelewatan. Hal ini karena perilaku Donjuan yang tak tahu diuntung. Sudah tidak bisa bekerja, dia malah menggunakan gaji Karin untuk mentraktir ABG-ABG gemas yang ia kenal lewat Facebook. Hal ini jelas, karena ABG itu penampilannya lebih menarik dari Karin, yang semakin layu karena diperas keringat dan otaknya untuk bekerja.

Pertukaran peran antara pasutri ini bermula ketika Donjuan terkena serangan stroke ringan, dua tahun lalu. Donjuan yang dulunya merupakan karyawan di sebuah perusahaan swasta di Surabaya, memutuskan untuk istirahat total di rumah. Karena tak bisa lagi bekerja, Karin yang awalnya fokus mengurus rumah, kini berganti menjadi wanita karir. 

Tak berlangsung lama, kondisi Donjuan mulai membaik setahun kemudian. Bersamaan dengan itu, jiwa keladinya mulai muncul. Donjuan jadi suka jalan-jalan ke mal. Awalnya, hal itu Karin anggap lumrah karena dikiranya suami yang dulunya aktif di luar pasti sumpek kalau di rumah seharian. Ia pun berbaik sangka jika suaminya bisa sekalian olahraga dengan berjalan-jalan.  Sampai suatu ketika, dia memergoki suaminya masuk ke sebuah butik di mal bersama gadis usia belasan. 

“ Waktu itu saya kebetulan ada makan-makan bareng temen sekantor. Eh lha dalah nemu Bapak sama Mbak-Mbak yang saya gak pernah tahu siapa,” cerita Karin, kesal.

Mengetahui penyelewengan sang suami, Karin langsung marah-marah kepada Donjuan. Ia interogasi suaminya itu terhadap perbuatan yang dilakukannya. Dari situ, kemarahan Karin makin membuncah karena alasan Donjuan menyeleweng sangat tidak masuk akal. Alasannya karena Karin yang semakin sibuk bekerja sudah tidak bisa menunaikan kewajibannya sebagai seorang istri, yang tampil menarik di hadapan suami. “Amarah saya sudah sampai di ubun-ubun itu, Mbak. Kok ya gak ada rasa bersalahnya. Gak peka juga. Saya ini banting tulang itu untuk menopang kebutuhan keluarga. Ya jelas saya makin kucel. Wong sekarang sudah gak pernah perawatan kayak dulu. Gaji gak cukup,” jelas warga Banyu Urip itu. 

Merasa suaminya sudah kelewatan, Karin langsung memutuskan untuk menggugat cerai. Ia tak rela jika hasil kerja kerasnya selama ini dihabiskan oleh suami untuk membelanjakan kebutuhan perempuan lain. “Ya mending saya pisah aja. Biar nanti dia minta orang tuanya sendiri itu kalau mau jajanin ABG lagi, “ jelas Karin dengan nada kesal. (*/opi)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia