Rabu, 20 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi

Jaringan Gas Rumah Tangga di Mojokerto Mulai Dirasakan Manfaatnya

Senin, 19 Feb 2018 09:10 | editor : Abdul Rozack

DIMUDAHKAN: Solihatin, warga Gang I Nomor 1, Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Mojokerto (kiri) sedang memasak di rumahnya

DIMUDAHKAN: Solihatin, warga Gang I Nomor 1, Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Mojokerto (kiri) sedang memasak di rumahnya (ABDULLAH MUNIR/RADAR SURABAYA)

MOJOKERTO – Pelanggan jaringan gas (Jargas) rumah tangga di wilayah Kabupaten Mojokerto dan Kota Mojokerto kini merasakan manfaat dari penggunaan jaringan gas rumah tangga. Manfaat ini dirasakan setelah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meresmikan 10.101 sambungan jaringan gas rumah tangga di wilayah Kabupaten Mojokerto dan Kota Mojokerto, pada Jumat (9/2). 

Hal ini disampaikan oleh Solihatin, salah satu pengguna jaringan gas rumah tangga yang juga seorang pengusaha catering di Jalan Surodinawan Gang I Nomor 1, Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Mojokerto.

“Sudah enam hari saya menggunakan jaringan gas untuk memasak pesanan catering, lebih praktis, dan lebih cepat matang,”akunya saat ditemui di rumahnya, Kamis (15/2).

Seperti diketahui, Sambungan Rumah (SR) Jaringan Distribusi Gas Bumi (Jargas) Rumah Tangga wilayah Kota Mojokerto dan Kabupaten Mojokerto adalah dari pendanaan Anggaran Belanja dan Pendapatan Negara (APBN) Tahun 2017. Pembangunan infrastruktur jargas yang meliputi 5.000 pelanggan di Kota Mojokerto ditugaskan kepada Perusahaan Gas Negara/PGN (Persero) sementara jumlah sisanya, PT Pertamina (Persero) mendapatkan mandat untuk membangun jargas di Kabupaten Mojokerto.

Lebih lanjut Solihatin mengaku juga dapat memantau penggunaan jaringan gas dengan meteran yang telah dipasang. Menurut perempuan 60 tahun ini, adanya jargas di rumahnya membuatnya merasa nyaman dan lebih aman ketika memasak pesanan catering. Solihatin sudah tiga tahun menjalani usahanya tersebut. Biasanya, dalam seminggu, Solihatin menerima empat pesanan catering, yang berarti dalam satu bulan ia menerima enam belas pesanan catering. 

“Selama enam hari ini saya memasak pesanan catering pemakaian jaringan gas baru berjalan 12 meter kubik,” ujarnya.

Solihatin menambahkan, dulu dalam sebulan ia menghabiskan 12 tabung gas LPG untuk memasak pesanan catering. Sekarang, setelah menggunakan jaringan gas rumah tangga, ia tidak perlu khawatir lagi jika kehabisan gas ketika sedang memasak. 

“Saya nggak repot lagi kalau kehabisan gas karena harus beli ke warung. Bayarnya pun sebulan sekali sesuai dengan meteran pemakaian,” kata dia.(cin/hen)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia