Selasa, 19 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Features Sidoarjo

Griya Aksara, Keliling Kampung Ajak Anak Gemar Membaca

Selasa, 20 Feb 2018 03:35 | editor : Lambertus Hurek

Anak-anak antusias belajar di Griya Aksara.

Anak-anak antusias belajar di Griya Aksara. (IST)

Berawal dari keprihatinan melihat anak-anak yang ketergantungan dengan gadget, akhirnya membaca dianggap menjadi hal yang tidak penting. Dari sinilah sekelompok pemuda dari yang berasal dari salah satu pondok pesantren dan MI di kawasan Waru tergerak untuk membuat komunitas Griya Aksara. 

MUS PURMADANI
Wartawan Radar Sidoarjo

KOMUNITAS ini tepatnya didirikan sejak 16 Juni 2016 lalu. Agar kembali membangkitkan gemar membaca pada anak-anak, komunitas ini mendirikan perpustakaan Griya Aksara di rumah Nanda Kahuripan di Desa Tambakrejo, RT 3, RW 1, Kecamatan Waru. Nanda ini adalah salah satu penggerak berdirinya komunitas Griya Aksara.
"Beliau yang pertama kali memfasilitasi buku-buku yang ada di perpustakaan," kata Miranti Sidiq dari divisi pendidikan.
Ia menuturkan kegiatan Griya Aksara hanya hari Sabtu dan Minggu. Namun ada beberapa kegiatan rutin dilakukan, seperti aksara keliling kampung atau disingkat angklung.
“Jadi, kami keliling dari satu desa ke desa lain untuk mengajak anak di desa tersebut gemar membaca. Kami juga ada camping ceria aksara setahun sekali, serta buka lapak di alun-alun pada hari Minggu pagi,” imbuhnya.
Perempuan 21 tahun ini  mengatakan banyak kegiatan yang diberikan untuk anak-anak. Di antaranya kreativitas membuat ketrampilan dari barang bekas, bermain alat musik angklung, belajar menari, bernyanyi dan cerita. Ada juga jurnal membaca untuk anak-anak.
Diungkapkannya, komunitas Griya Aksara awalnya hanya tujuh orang dan sekarang sudah 20 orang. Untuk jumlah anak-anak yang tergabung sudah sekitar 200 orang. Menurutnya, untuk menopang kegiatan, setiap anggota komunitas Griya Aksara diminta mengisi kas Rp 2.500 per minggu.
“Kami juga mendapatkan donasi dari teman ataupun komunitas literasi lainnya. Biasanya mereka memberikan donasi melalui Instagram untuk memulai berkomunikasi,” tambahnya.
Adelia mengatakan kesibukan masing-masing anggota yang berbeda membuat kendala untuk berdiskusi bersama. Sebab, banyak di antara mereka yang memiliki kesibukan berbeda-beda. Ada yang kuliah dan ada yang kerja.
Hal ini kadang membuat pemikiran berbeda pula. “Namun kami masih tetap mempunyai tujuan yang sama untuk Griya Aksara dan generasi-generasi emas selanjutnya,” paparnya.
Ia menambahkan Griya Aksara memiliki program ke depan masuk ke sekolah-sekolah. “Semacam roadshow ke sekolah-sekolah membuka lapak untuk taman baca,” pungkasnya. (*/jee)

(sb/rek/rek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia