Senin, 18 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya
Sudah Lakukan 16 Kali, Sejak SD Hingga SMP

Bapak Bejat Ketagihan Bokep, Punya Dua Istri, Masih Cabuli Anak Tiri

Selasa, 20 Feb 2018 19:35 | editor : Abdul Rozack

JANGAN DITIRU: Petugas menginterogasi tersangka pencabulan yang berhasil diamankan di Mapolrestabes Surabaya, Selasa (20/2).

JANGAN DITIRU: Petugas menginterogasi tersangka pencabulan yang berhasil diamankan di Mapolrestabes Surabaya, Selasa (20/2). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA  - Nafsu sesaat menyeret M Ridoi,45, masuk penjara. Pria yang tinggal di Jalan Ngagel Mulyo Gang VII nomor 8A, Surabaya ini ditangkap polisi lantaran mencabuli LA,16, yang tak lain adalah anak tirinya. Mirisnya, perbuatan cabul pria dengan dua istri tersebut diiringi dengan ancaman akan membunuh korban jika nafsunya tak terlayani. 

Ridoi ditangkap di rumahnya pada Senin malam (19/2). Dia ditangkap setelah dilaporkan oleh Sugiono, 51, yakni ayah kandung korban ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya.  Ridoi dilaporkan lantaran ia diduga mencabuli LA. 

"Setelah mendapatkan laporan tersebut, kami lantas melakukan visum korban dan penyelidikan. Setelah cukup bukti, kami menangkap tersangka," ungkap Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Ruth Yeni, Selasa (20/2). 

Ruth menjelaskan aksi cabul yang dilakukan oleh tersangka dilakukan di Jalan Bratang Gede VI-G Nomor 50, tempat tinggal korban. Tersangka melakukan aksinya saat  korban sendirian di rumah, ketika ayah kandung korban tak ada di rumah. 

" Tersangka ini memang sering main ke rumah korban, kadang korban juga diajak menginap di rumahnya," lanjut Ruth. 

Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata perbuatan cabul yang dilakukan tersangka sudah berlangsung sejak tiga tahun lalu. Ketika korban masih SD hingga SMP. Dalam kurun waktu tersebut, Ridoi sudah melakukan aksinya sebanyak 16 kali.

"Korban tak berani melaporkan lantaran diancam mau dibunuh jika tak menuruti ajakan tersangka," terangnya. 

Selain ancaman,  tersangka kerap kali mengiming-imingi korban dengan sejumlah uang dan juga pakaian baru. Hal ini membuat korban luluh dan hanya pasrah saat diminta untuk melayani nafsu bejat ayah tirinya. 

"Korban akhirnya berani melapor setelah ia merasa tertekan dan ketakutan saat melihat tersangka," tandasnya. 

Sementara itu, kepada polisi Ridoi mengaku nekat melakukan lantaran tergoda dengan tubuh korban yang mulai beranjak dewasa.  Selain itu, dia juga sudah lama tak dilayani istrinya. Padahal ia hobi melihat film porno. 

"Saya sering nonton blue film,"  terangnya. (yua/rud)

(sb/yua/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia