Sabtu, 23 Jun 2018
radarsurabaya
icon-featured
Hukum & Kriminal Surabaya
Tabrak Polisi, Uang dari Ortu Buat Nyabu

Dibalik Aksi Brutal Ifron, Dopping Sabu Karena Ingin Jadi Atlet

Rabu, 21 Feb 2018 22:45 | editor : Abdul Rozack

Ifron Muchtarom, Tersangka Sabu tabrak polisi

Ifron Muchtarom, Tersangka Sabu tabrak polisi (YUAN ABADI/RADAR SURABAYA)

SURABAYA  - Dibalik aksinya yang brutal di Jalanan, Ifron Muchtarom,26, menyimpan kesedihan yang mendalam. Sebab karena aksinya yang hobi mengisap SS hingga menabrak polisi, pria yang  tinggal di Jalan Raya Metatu, Benjeng, Gresik, ini gagal menjadi atlet voli dan futsal. Sebab tersangka dipastikan akan menjalani hukuman karena aksinya tersebut. 

Kepada polisi, Ifron memang hobi olahraga, khususnya voli dan futsal. Hampir setiap hari, aktifitasnya selalu olahraga. Sebab ia ingin menjadi atlit. 

Namun belakangan, hobinya tersebut didopping dengan ciara mengisap SS. Bahkan, hobi barunya tersebut mengalahkan kegiatan olah raganya. "Saya tak bekerja, setiap hari hanya olahraga," ungkap Ifron di depan wartawan di Polsek Simokerto, Rabu (21/2). 

Ifron mengatakan, sebelum ia dikejar hingga menabrak anggota Satlantas Polrestabes Surabaya, ia baru saja membeli narkoba. Yakni  SS 1,2 gram, dan dua butir ineks. Narkoba tersebut  rencananya akan digunakan sendiri.

“Saya tidak menjual sabu, saya gunakan sendiri dan habis selama satu minggu,” terangnya. 

Masih menurut tersangka yang belum bekerja ini, bila dirinya dekat dengan barang haram ini sejak setengah tahun yang lalu. Sedangkan uang untuk membeli SS  ini dari pemberian orang tuanya. Kemudian saat  disinggung apakah tahu yang ditabrak adalah anggota polisi yang mencoba menghentikannya, tersangka mengakui jika tahu, namun dirinya panik ketika itu. 

“Saya takut, tujuan saya hanya ingin kabur, saya menyesal,” imbuhnya.

Sedangkan alasan tersangka mengisap sabu ini, dirinya berharap tidak mudah lelah. Karena selama ini dirinya sangat senang sekali futsal dan voli. Berharap tidak mudah lelah, sehingga menyempatkan diri mengisap sabu sebelum bermain dengan teman-temannya.

Sementara itu, Kapolsek Simokerto Kompol Masdawati Saragih mengatakan, meski Ifron sudah menyesali perbuatannya namun, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait jariangan dan juga peran Ifron. Sebab polisi menduga jika Ifron tak hanya memakai narkoba itu sendirian melainkan ia juga menjualnya.

“Kami masih melakukan penyelidikan untuk menangkap penjualnya,” tegas Masdawati.

Seperti diberitakan sebelumnya, untuk menangkap tersangka, perlu upaya ekstra keras dari petugas. Sebab, tersangka berupaya kabur dengan mengendarai mobil Toyota Vios  nopol  L 1555  QO. Bahkan dalam upaya kabur tersebut, tersangka menabrak seorang anggota Satlantas  yakni Bripka Yulianto. Kemudian aksi pelariannya ini terhenti ketika di Jalan Bunguran, karena ada kereta api lewat.(yua/rud)

(sb/yua/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia