Jumat, 22 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Saat Istri Haid, Donwori Tak Mau Tahu, Tetap Maksa ML, Akibatnya...

Kamis, 22 Feb 2018 06:05 | editor : Abdul Rozack

Donwori edisi minta jatah istri meski lagi haid

Donwori edisi minta jatah istri meski lagi haid (Grafis: Fajar)

Berhubungan intim saat haid, menurut medis bisa meringankan tingkat stress perempuan saat pre menstruation syndrom (PMS). Namun tetap saja melakukan aktivitas tersebut saat haid memiliki banyak risiko penyakit. Bahkan agama pun melarang suami istri berhubungan intim saat haid. Sayangnya, larangan itu terus dilanggar oleh Donwori, 30, suami Karin, 28. 

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya 

Karin menceritakan prahara rumah tangganya dengan Donwori yang akan segera berakhir. Meski terlalu dini untuk berpisah, keputusan Karin sudah bulat untuk meninggalkan kekasih halalnya ini karena sang suami tak mengerti agama, utamanya dalam hubungan ranjang, 

Keputusan Karin untuk meninggalkan Donwori yaitu karena suaminya, memaksa Karin melayaninya meskipun Karin sedang masa haid. Mengerti jika hal itu dilarang agama, Karin selalu menolak ajakan tersebut. Namun berkali-kali juga, Donwori tetap memaksanya. 

“Sudah jelas-jelas, dalam Islam itu dilarang (berhubungan badan saat haid). Sudah jelas itu di Al-Qur’an, eee dianya ngeyel “ ujar Karin kesal di ruang tunggu Pengadilan Agama Kelas Satu Surabaya, Rabu,(21/2)

Berhubungan badan saat haid memang sangat rentan terhadap risiko penyakit. Seperti HIV, infeksi, dan penularan penyakit kelamin lainnya akan lebih tinggi, mengingat kondisi kelamin perempuan yang tidak bersih(mengeluarkan darah). Risiko-risiko juga diketahui oleh Karin. “Selain dilarang agama kan juga banyak risiko kesehatannya. Ya kalau saya terjangkit penyakit (kelamin) kan dianya juga yang repot,” jelas perempuan Asemrowo ini. 

Karin menjelaskan, kebiasaan suaminya ini sudah berlangsung sejak tiga bulan pernikahannya. Suaminya ia katakan tidak bisa menekan hawa nafsunya sehingga ia kerap mengajak Karin berhubungan badan satu minggu dua kali. Melakukan itu, Karin sebenarnya tidak masalah saja, asalkan kondisinya bersih. “Ya kalau lagi gak haid sih saya oke-oke saja...,” jelasnya sembari tersenyum tipis.  

Karin mengakui, masa haidnya tergolong lama dari kebanyakan orang lainnya. Ia memiliki masa haid selama 12 hari. di waktu yang cukup lama itu, ia simpulkan kalau suaminya yang masih dalam masa aktif-aktifnya merasa tak tahan harus menunggu istrinya suci. ”Mungkin ya karena darah muda,” terang perempuan yang baru satu tahun diperistri Donwori ini.

Karin menjelaskan, masalah ranjang ini juga sempat ia bicarakan dengan sang suami. Mengenai larangan agama dan dampak kesehatan yang mengikutinya. Ia juga membuat kesepakatan untuk tidak melakukannya saat kondisinya sedang haid. Namun hal itu nyatanya hanya bertahan dua bulan saja, dan selebihnya Donwori kembali ke kebiasaan lama, memaksa Karin untuk melayaninya lagi.

“Emoh wes kalau gini terus, saya ini takut dosa. Kalau suami sama syariat agama aja ditabrak seperti itu ya mending tak tinggalkan saja, cari yang lebih ngerti,” ungkap Karin menutup percakapan.(*/no)  

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia