Rabu, 20 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Pembuat Berita Hoax Penyerangan Kiai Diamankan

Kamis, 22 Feb 2018 19:24 | editor : Abdul Rozack

LAWAN BERITA HOAK: Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Komjen Pol Syafruddin saat bertemu para ulama didampingi Kapolda Jatim Irjen Pol

LAWAN BERITA HOAK: Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Komjen Pol Syafruddin saat bertemu para ulama didampingi Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin di Masjid Arif Nurul Huda Mapolda Jatim, Rabu (21/2). (M MAHRUS/RADAR SURABAYA)

SURABAYA-Maraknya pemberitaan di media yang mengabarkan bahwa penyerangan terhadap kiai merupakan hal serius, Kepolisian Negara Republik Indonesia menegaskan bahwa berita itu banyak yang hoax. Saat ini, pihak kepolisian sudah mengidentifikasi pelaku yang sengaja membuat isu berita hoax yang dilebih-lebihkan. 

Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Komjen Pol Syafruddin mengatakan, memang kejadian ada. Namun jumlahnya tidak seperti yang diberitakan. Dan saat ini pelaku yang membuat berita isu hoax sudah diamankan Mabes Polri.  

"Pelaku sudah diamankan yang membuat dan menyebar isu hoax. Kejadiannya ada seperti di Jabar yang benar ada dua, namun dilebihkan hingga 13 kasus. Dan Jatim ada dua kasus. Kejadiannya hanya beberapa namun banyak berkembang hoaxnya," kata Syafruddin, didampingi Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin di Masjid Arif Nurul Huda Mapolda Jatim, Rabu (21/2). 

Jenderal bintang tiga itu menjelaskan, saat ini pelaku yang diamankan masih dalam tahap pengembangan. Selain itu, kata Syafruddin, sejak tiga minggu lalu Polri sudah membentuk tim khusus untuk mengungkap kasus isu yang berkembang ini. Tim khusus itu diturunkan di Jogjakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur. 

"Saya turun ke Jabar dan Jatim ini sesuai perintah presiden untuk melakukan supervisi terhadap penanganan isu yang berkembang baik di wilayah dan didaeraj lain," ungkapnya. 

Pati dengan tiga bintang di pundak itu menegaskan, untuk dua orang yang diduga tidak waras, pihaknya meminta untuk ditelusuri benar-benar ketidakwarawarasan. Dengan melibatkan para pakar ahli, dokter, dan forensik. 

"Hal ini harus jelas dan disampaikan ke publik dengan terbuka, supaya tidak bias," tegasnya. 

Menurutnya tajamnya isu ini berkembang karena banyak hoaxnya. Karena informasi didapat belum dari sumber yang aslinya. Pihaknya juga menegaskan akan berupaya mengusut dengan benar sesuai fakta, hukum dan investigasi yang benar. 

Sementara itu Wakil Rais Am PBNU KH Miftakhul Akhyar berharap para santri tidak muda terprovokasi terhadap berita hoax dan tentu pihak kiai menyerahkan penanganan kasus ini ke polisi. "Kita serahkan penanganan kasus ini ke polisi. Dan kita akan menunggu hasilnya secara detail," ujar Akhyar. 

Sementara di hari yang sama keluarga Nandang pelaku orang gila yang mengamuk di Lamongan datang menjenguk  pelaku di RS Bhayangkara Polda Jatim. Pertemuan tersebut diwarnai isak tangis kedua orangtua Nandang, Satibi dan Sriana, serta adiknya, Indah Sri Setiana. Mereka menangis histeris saat melihat Nandang di balik jeruji kamar tahanan RS Bhayangkara Polda Jatim.(rus/no)

(sb/rus/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia