Jumat, 22 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Apes, Gagal Dapat Komisi 500 Ribu Karena Jual Motor Curian ke Korban

Jumat, 23 Feb 2018 22:16 | editor : Abdul Rozack

Grafis Alur Jual Motor Curian ke Korban

Grafis Alur Jual Motor Curian ke Korban (Grafis: Fajar)

SURABAYA-Nasib apes dialami oleh M Jepri Ramadhan, 21. Niat membantu temannya untuk menjual motor justru menyerat pemuda warga Jalan Plampitan II/3 Surabaya itu masuk tahanan. Lho kenapa?

Masalahnya motor yang ia jual adalah motor curian. Apesnya lagi, orang yang akan membeli motor tersebut adalah korban pencurian atau si pemilik motor tersebut.  

Jepri hanya pasrah saat digelandang korban ke Polsek Genteng pada Rabu (17/2). Penangkapan Jepri saat dirinya menawarkan motor Yamaha Vega R tanpa plat nomor. Motor tersebut ditawarkan melalui sebuah grup FB. Kemudian dari salah satu member grup tersebut berminat dan ingin membeli motor warna biru tersebut. Belakangan orang yang berminat membeli motor tersebut adalah pemilik motor tersebut. 

"Setelah  itu, korban meminta nomor WhatsApp tersangka. Dia menyatakan berminat membeli motor tersebut. Setelah itu, keduanya janjian di depan Balai Kota Surabaya," ungkap Kapolsek Genteng, Kompol Ari Trestiawan, Jumat (23/2). 

Kemudian pada Sabtu (17/2), tersangka dan korban bertemu.  Namun sebelum berangkat, korban membawa STNK dan BPKBP motor tersebut. Rupanya setelah melihat motor yang dijual tersangka senilai Rp 1,8 juta tersebut korban sudah menduga jika itu motornya. 

"Motor tersebut dicuri di parkiran  SMP Negeri 31 Dukuh Bulak Banteng Surabaya pada Senin (5/2)," lanjut Ari.

Setelah korban mengecek motor yang dibawa tersangka, ia yakin jika motor tersebut adalah miliknya. Apalagi saat itu, ia mengecek nomor mesin dan rangka motor lalu dicocokkan dengan STNK, dan ternyata cocok. Korban pun lantas mengajak Jepri ke Polsek. Sedangkan pemuda yang bekerja sebagai sopir tersebut hanya bisa pasrah dan melongo. 

"Setelah kami periksa tersangka, korban dan barang bukti motor tersebut memang milik korban," tandas Ari. 

Saat diperiksa, Jepri mengaku jika dirinya tak tahu jika motor tersebut adalah hasil curian. Sebab dia hanya membantu temannya Sahri (DPO) untuk menjualkan motor tersebut. Bahkan berdasarkan pengakuan Sahri, motor tersebut adalah miliknya. 

"Saya tertipu, dia (Sahri,Red) mengatakan jika ini motornya dan meminta bantuan saya untuk menjualkan," ungkapnya. 

Jepri mengatakan, Sahri memintanya untuk menjual motor tersebut dengan harga Rp 1,5 juta. Namun dia menawarkannya Rp 1,8 juta. Tujuannya agar dia memperoleh untung penjualan. 

"Sebab jika laku, Sahri akan memberikan upah Rp 200 ribu, kalau saya jual Rp 1,8  juta, saya akan mendapatkan uang Rp 500 ribu," terangnya. (yua/no)

(sb/yua/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia