Senin, 18 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Go Global Go Digital, Ekonomi Surabaya Ditopang 98 Persen Oleh UKM

Kamis, 08 Mar 2018 09:35 | editor : Abdul Rozack

SURABAYABERI SEMANGAT: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (kiri) saat kegiatan lokakarya UKM Surabaya Go Digital and International di Grand City Surab

SURABAYABERI SEMANGAT: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (kiri) saat kegiatan lokakarya UKM Surabaya Go Digital and International di Grand City Surabaya, Rabu (7/3). (VEGA DWI ARISTA/RADAR SURABAYA)

SURABAYA – Pengembangan pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) hingga go internasional terus dilakukan oleh Pemkot Surabaya. Salah satunya dengan melakukan komunikasi dengan luar negeri melalui US-ASEAN Business Council. 

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dalam kegiatan lokakarya UKM Surabaya Go Digital and International yang  diselenggarakan oleh Dewan Bisnis AS-ASEAN, Kementerian Koperasi, dan UKM di Grand City Surabaya, Rabu (7/3), terus mendorong para pelaku UKM bisa memasarkan produknya dengan baik. “Kegiatan lokakarya ini bisa meningkatkan kualitas produk UKM di Surabaya,” ujar wali kota perempuan Kota Surabaya ini. 

Dia mengungkapkan, pembangunan ekonomi di Surabaya 98 persen ditopang dari sektor pedagang ekonomi kecil mikro (UMKM), sisanya dua persen dari perusahaan besar. Karena itu pemkt tidak pernah lelah mengajarkan ilmu kepada pelaku UKM untuk bersaing melalui go global go digital. Artinya, go digital dipilih untuk memasarkan produk lewat teknologi, sedangkan go global bekerjasama dengan desainer untuk membuat packaging dan branding. “Produk dari Surabaya harus diterima di luar negeri dengan kualitas yang tidak kalah baik,” kata mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini. 

Selain itu, ada pembelajaran go financial yang mengajarkan pelaku UKM mencari bentuk-bentuk modal. Sehingga, lanjutnya, mereka mampu meningkatkan kapasitasnya untuk lebih luas mencari jaringan melalui teknologi. Di antaranya, batik Surabaya, fashion, handycraft sudah diekspor ke luar negeri seperti Afrika dan Eropa. 

Perwakilan Perusahaan AS-ASEAN Business Council Indonesia Desi Indrimayutri mengungkapkan, perangkat digital memungkinkan usaha kecil menjadi lebih efisien, lebih menguntungkan, dan lebih saling terkait untuk mendukung UKM di Indonesia dan seluruh negara ASEAN. “Lokakarya bertujuan memperluas komitmen dewan yang telah lama berjalan untuk memberdayakan UKM ASEAN di bawah aliansi Bisnis AS-ASEAN untuk UKM yang kompetitif,” ucapnya. 

Tidak hanya itu, digitalisasi memungkinkan pelaku UKM di Indonesia dan seluruh ASEAN untuk berpartisipasi dalam perdagangan lintas batas yang memungkinkan mereka tumbuh dan menimbang kebutuhan bisnis tanpa harus mengurangi biaya. (vga/hen) 

(sb/vga/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia