Senin, 18 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Sidoarjo

Bisnis Properti Masih Menggeliat di Sidoarjo

Sabtu, 10 Mar 2018 14:59 | editor : Lambertus Hurek

Salah satu proyek perumahan di kawasan Buduran.

Salah satu proyek perumahan di kawasan Buduran. (SATRIA NUGRAHA/RADAR SIDOARJO)

Tahun ini ada sejumlah agenda politik yang dihadapi masyarakat seperti pemilihan kepala desa (pilkades), pemilihan gubernur (pilgub), hingga persiapan pemilihan presiden dan pemilu legislatif. Meski suhu politik cenderung meningkat, para pengusaha di Kota Delta tidak perlu resah. Apalagi takut melakukan investasi.

"Sidoarjo itu masih kondusif untuk berbinis. Masih banyak investor yang memilih Sidoarjo sebagai tempat favorit untuk mengembangkan bisnis," ujar Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sidoarjo Sukiyanto, Jumat (9/3).

Menurut dia, Sidoarjo memiliki posisi strategis karena merupakan berbatasan langsung dengan Kota Surabaya. Jarak dari Pelabuhan Tanjung Perak pun tidak jauh. Belum lagi berbagai infrastuktur yang menunjang investasi. “Jika terjadi permasalahan, bisa dengan cepat tertangani. Saya rasa investor tidak perlu khawatir karena penguasa dan pengusaha memiliki hubungan harmonis,” imbuhnya.

Sukiyanto optimistis pertumbuhan ekonomi di Sidoarjo masih bisa terus mengalami peningkatan. Hal tersebut terlihat dari pertumbuhan properti yang ada di Kabupaten Sidoarjo. "Bisa dibilang properti adalah bisnis yang sangat menjanjikan. Selain itu, wilayah Sidoarjo yang aman menjadi salah satu poin yang diperhatikan investor,” jelasnya. 

Selain properti, investor yang bergerak di bidang industri juga masih menggeliat di Kota Delta. Ini bisa dilihat dari banyaknya pabrik di sejumlah sentra industri seperti di wilayah Kecamatan Waru hingga Taman, Krian, dan Balongbendo. “Hanya saja, dampak negatifnya adalah banyaknya urbanisasi. Inilah yang harus diperhatikan oleh pemerintah dan perusahaan,” paparnya.

Apindo Sidoarjo juga sangat mendukung Pemkab Sidoarjo yang sedang membangun frontage road dari Waru hingga Jenggolo sejauh 10 kilometer. Ia juga mengapresiasi perusahaan-perusahaan yang membantu pembangunan jalan pendamping ini. “Dengan adanya frontage road, lalu lintas bisa menjadi lancar. Jika ini terealisasi, maka para pengusaha sangat diuntungkan," pungkasnya. (mus/rek)

(sb/sat/rek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia