Selasa, 19 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Gresik
Peringatan Hari Musik Nasional

Pelajar Peniup Terompet Unjuk Kebolehan

Senin, 12 Mar 2018 11:24 | editor : Aries Wahyudianto

Aksi Komunitas Brass Section Sembul memainkan alat musik saxophone menyemarakkan Hari Musik Nasional

BERAKSI: Aksi Komunitas Brass Section Sembul memainkan alat musik saxophone menyemarakkan Hari Musik Nasional (Yudhi/Radar Gresik)

Hari Musik Nasional yang jatuh pada 9 Maret kemarin memang tidak begitu terdengar gaungnya. Namun sekumpulan pelajar yang menamakan dirinya Komunitas Brass Section Sembul punya cara sendiri menyemarakannya.

KOMUNITAS ini adalah pelajar SMA NU 1 Gresik yang punya hobi sama, memainkan alat musik tiup. Mereka memainkan berbagai aransemen dengan berbagai alat tiup pada peringatan Hari Musik Nasional. Tujuannya, untuk mengingatkan rekan-rekannya agar bisa menghargai jasa para komponis bagi perkembangan musik di Indonesia.

“Kami inginkan menyampaikan ke teman-teman, untuk mencintai musik dengan terlebih dahulu menghargai komponisnya,” papar Ketua Komunitas Brass Section Sembul, Myrrizqi Husni.

Saat ditemui di sekolahnya, mereka sedang memainkan komposisi yang diikuti sekitar 30 anak. Mereka memainkan komposisi dengan aransemen musik secara bergantian. Ada yang meniup Saxophone Alto, Saxophone Sopran, Saxophone Tenor, Terompet, Trombon, Flute hingga Melofon. Berbagai macam alat tiup ini, mereka mainkan bersama dengan kompisisi yang indah.

Selain untuk memperingati hari musik nasional, komunitas pelajar ini juga mengajak teman sebayanya mencintai lagu dari pencipta legendaris sebelumnya. Mengingat,Hari Musik Nasional diperingati tepat pada tanggal kelahiran pencipta lagu kebangsaan Indonesia WR Soepratman. “Kalau untuk lagu Indonesia raya, kami lantunkan dengan baik dan benar tanpa ransemen di dalamnya,” lanjut Husni.

Pelajar yang rata-rata berusia 16 hingga 18 tahun ini juga melantunkan berbagai aransemen lagu nasional. Di antaranya Indonesia Pusaka, Mengheningkan cipta, dan berbagai lagu modern lainnya.

Aransemen mereka terlihat unik dan berbeda dengan beragam alat tiup. Ada yang bergaya jazz, hingga ska.  Tak hanya pelajar di sekolah internal, namun ada beberapa dari mereka mengajak pelajar litas sekolah untuk mengenal alat m usik tiup dan memainkannya.

Menurutnya, dengan cara seperti itu, akan lebih banyak pengetahuan para anak muda terkait alat musik dan keberagaman warna musik yang dihasilkan. “Harapannya di Gresik semakin berkembang,” lanjutnya.

Pembina Komunitas Brass Section Sembul, Mukmin Effendy mengatakan, komunitas pelajar alat tiup diharapkan bisa memotivasi semangat bermusik masyarakat Gresik. Khususnya di kalangan pelajar. Dari lahirnya komunitas alat musik yang jarang dijumpai ini sudah banyak menghadiri brbagai acara. Diantaranya, di beberap aupacara formal kepemerintahan, penampilan di skala nasional di Surabaya dan Magelang. “Jadi kami ingin menghidupkan pemusik di berbagai alat musik, termasuk mengajak para pemusik muda ini untuk mengenal komponisnya sebelum mengaransemennya agar menjadi lebih indah,” ungkap dia. (est/ris)

(sb/est/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia