Rabu, 20 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Rekrutmen Pengemudi, Suroboyo Bus Siap Beroperasi Akhir Maret

Senin, 12 Mar 2018 21:43 | editor : Abdul Rozack

an G KUTANutan CANanGGIiH: Bus baru yang diberi nama Suroboya Bus saat akan diujicoba di halaman Balai Kota Surabaya, beberapa waktu lalu.

an G KUTANutan CANanGGIiH: Bus baru yang diberi nama Suroboya Bus saat akan diujicoba di halaman Balai Kota Surabaya, beberapa waktu lalu. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA-Pemkot Surabaya optimistis Suroboyo Bus bisa beroperasi akhir Maret mendatang. Untuk saat ini, pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya sedang menyiapkan seluruh kelengkapannya. Mulai rekrutmen sopir hingga penyesuaian jalur agar bisa masuk ke frontage road (FR) Timur.

Kepala Dishub Surabaya Irvan Wahyudrajat mengatakan, sebelumnya karakteristik Suroboyo Bus yang low deck sedikit menyulitkan berbelok masuk frontage road. Terlebih ketika melewati persimpangan rel kereta api. Namun, sudah ada penyesuaian dengan pengeprasan aspal agar tidak tersangkut. "Sudah ada penyesuaian, termasuk radius belok. Di palang pintu dahulu susah, sekarang sudah bisa," ujar Irvan kepada Radar Surabaya, Minggu (11/3). 

Diakuinya, titik yang menyulitkan ada di persimpangan rel Bendul Merisi. Palang pintu kereta api di titik depan Rumah Sakit TNI AL (Rumkital) dr Ramelan terlalu tinggi. Sehingga agak menyulitkan Suroboyo Bus berbelok melintas di frontage road Timur. "Tapi sudah diperbaiki," ungkapnya. 

Setelah melakukan penyesuaian jalur, lanjut Irvan, saat ini pihaknya sedang melakukan perekrutan sopir bus. Pemkot Surabaya bekerja sama dengan beberapa pihak seperti Damri, Komunitas Angkutan Kota Surabaya (KAKS), Organisasi Angkutan Darat (Organda), dan Federasi Serikat Pekerja Transport Indonesia-Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSPTI-KSPSI) membuka lowongan ini.

"Sopir saat ini sudah kami rekrut. Rekrutmen sudah kami buka untuk beberapa sopir yang berhimpitan, seperti bus, ya, karena memang kami (Suroboyo Bus) memakai rute yang dilayani oleh Damri, jadi kami bekerja sama dengan Damri, KAKS, dengan Organda, dengan SPTI-SPSI. Mereka yang punya SIM B1 Umum bisa melamar, lalu akan kami tes. Termasuk tes psikologi," urainya. 

Setidaknya dalam hitungannya, Pemkot Surabaya membutuhkan 20 sopir bus yang akan bertugas untuk dua shift. Nantinya, para sopir bus ini akan digaji pemkot. "Soal usia, sementara ini kami belum ada perimbangan, asal tidak terlalu tua," tuturnya. 

Perlu diketahui, beberapa waktu lalu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memutuskan, pada tahap uji coba nanti Suroboyo Bus beroperasi tanpa tarif. Ini berkaitan problem plat nomor bus yang merupakan plat nomor kendaraan dinas atau plat merah, yang tidak diperkenankan memungut biaya dari publik.

Risma mengatakan, Pemkot Surabaya saat ini sedang mengupayakan agar bus tersebut bisa menggunakan plat kuning. Sementara pada saat uji coba nanti, Risma akan menerapkan sistem pembayaran dengan sampah plastik untuk masyarakat pengguna jasa Suroboyo Bus.

Berkaitan dengan rute Suroboyo Bus dari Bundaran Waru sampai Jalan Rajawali pulang-pergi, Pemkot Surabaya juga masih melakukan beberapa penyesuaian mengingat spesifikasi bus ini tidak standar, yakni jenis low deck atau berlantai rendah yang tujuannya agar masyarakat difabel bisa menaiki bus ini. (bae/nur)

(sb/bae/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia