Senin, 18 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Wefie 5 ABG Berujung Maut, Tercebur Danau, 1Tewas 2 Kritis

Senin, 12 Mar 2018 22:26 | editor : Abdul Rozack

LOLOS DARI MAUT: Teman-teman korban yang sempat tenggelam di danau namun berhasil diselamatkan warga.

LOLOS DARI MAUT: Teman-teman korban yang sempat tenggelam di danau namun berhasil diselamatkan warga. (NET)

SURABAYA- Suasana danau buatan di salah satu perumahan di kawasan Surabaya Barat mendadak geger, Senin sore (12/3) sekitar pukul 16.30. Sebab, ada lima anak usia remaja yang tercebur ke dalam danau. 

Akibatnya salah satu dari kelimanya meninggal dunia. Sementara dua lainnya mengalami kritis dan dua orang selamat. Korban meninggal adalah Tommy, 14, warga Jalan Pakis Tirtosari, Gang X B/7 E Surabaya. 

Peristiwa nahas itu bermula saat kelima anak sedang bermain bersama di bibir danau. Kemudian mereka mencoba ber-wefie ria. Tak lama kemudian Handphone (HP) korban tiba-tiba jatuh. Korban bermaksud mengambil HP. Namun belum berhasil mengambil HP kaki korban terpeleset. Sehingga korban tercebur ke dalam danau yang memiliki kedalaman hingga empat meter itu. 

Kapolsek Lakarsantri Kompol Heri Dwi Sukiswanto mengatakan beberapa rekan yang mengetahui kejadian itu lantas menolong korban. "Rekannya yang lain langsung mencoba menolong korban. Namun keempatnya malah ikut tenggelam," kata Dwi, Senin (12/3). 

Mantan Kapolsek Rungkut itu menjelaskan, selang beberapa menit kemudian keempat rekan korban berhasil diselamatkan dibantu warga dan petugas keamanan sekitar. Sementara jenazah korban tak kunjung ditemukan. 

"Menjelang Magrib  kemudian jenazah korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa," jelasnya.  

Setelah diketahui meninggal kemudian jenazah korban dibawa ke rumah sakit untuk dimintakan visum. Terpisah Dewi yang masih kerabat korban mengatakan memang benar bahwa yang meninggal adalah Tommy keponakannya. 

"Benar mas. Yang meninggal Tommy keponakan saya," ujar Dewi kerabat korban yang tinggal di Jalan Kembang Kuning Gang 2 itu.

Dewi menambahkan, korban saat ini duduk di bangku kelas VIII SMP Gema. Selain itu korban juga memiliki adik yang masih kecil. Sementara hingga berita ini ditulis identitas keempat korban masih belum diketahui. (rus/rud)

(sb/rus/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia