Selasa, 19 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo
Kasus Bully di Salah Satu SMP di Sidoarjo

Kepala Beberapa Kali Dipukul

Selasa, 13 Mar 2018 03:10 | editor : Lambertus Hurek

Salah satu adegan kekerasan di medsos.

Salah satu adegan kekerasan di medsos. (DOK)

PADA video kedua, kasus bullying ini lebih keras. Dengan durasi lebih pendek, yakni 15 detik, seorang perempuan berkaus merah dipukuli oleh seorang siswi lain. Ia tidak melawan karena posisinya dipegangi oleh seseorang yang lainnya.

Informasinya, video yang ini melibatkan siswi sekolah salah satu SMP swasta di wilayah Kecamatan Taman. Untuk video kali ini, nampak salah seorang perempuan dikeroyok dua orang siswi lain. Bahkan, dalam video yang diambil dalam sebuah mobil itu, korban mengalami pemukulan berkali-kali di bagian kepalanya.

Kasatreskrim Polresta Sidoarjo M Harris mengatakan, Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Sidoarjo sudah mendatangi lokasi sekolah tempat siswa yang melakukan bullying di video yang sempat viral tersebut. Ia menyatakan sudah mengetahui video itu dan sekarang ini masih mempelajarinya. Pihaknya juga sudah meminta anggotanya untuk mencari informasi mengenai video tersebut dan mengkonfirmasi pihak sekolah yang diduga tempat siswi-siswi tersebut sekolah.

“Kami terus mendalami informasi untuk kasus tersebut,” tuturnya.

Diterangkan, sudah ada pertemuan untuk mediasi antara sekolah, siswa yang terlibat, beserta orang tuanya, dan Dikbud Sidoarjo. “Mereka sudah melakukan mediasi terlebih dulu sebelum kami datang. Namun, kami tetap melakukan interogasi terhadap mereka yang terlibat,” tuturnya.

Ia mengatakan, sesuai dengan prosedur pihak Polresta Sidoarjo akan tetap melakukan interogasi. Pihaknya tetap memanggil pihak-pihak terkait dan juga orang tua siswa-siswa yang ada di dalam video ini.

“Sesuai posedur kami akan meminta keterangan masing-masing pihak sesuai dengan tugas kepolisian,” katanya.

Pihaknya mengaku tidak gegabah dalam kasus ini. Pihaknya masih akan mempelajari dulu kasus tersebut, salah satunya mencari pokok permasalahannya serta cara-cara apa yang sudah ditempuh sekolahan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Namun dari keterangan sementara yang dihimpun, video itu direkam pada 8 Maret lalu. (gun/jee)

(sb/nis/rek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia