Jumat, 22 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Kota Lama
Rekonstruksi Peninggalan Daendels di Surabaya

Bangun Pabrik Senjata di Sekitar Kalisosok

Selasa, 13 Mar 2018 01:37 | editor : Wijayanto

MENYIMPAN BANYAK CERITA: Bangunan bekas penjara Kalisosok yang tak terawat. Pada masa kekuasaan Daendels, dirinya sempat mendirikan pabrik senjata yang lokasinya diperkirakan di dekat penjara, namun kini jejaknya tak dapat ditemukan.

MENYIMPAN BANYAK CERITA: Bangunan bekas penjara Kalisosok yang tak terawat. Pada masa kekuasaan Daendels, dirinya sempat mendirikan pabrik senjata yang lokasinya diperkirakan di dekat penjara, namun kini jejaknya tak dapat ditemukan. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Herman Willem Daendels ditugaskan di Jawa untuk melindungi wilayah tersebut dari kekuatan Inggris yang siap merebut ketika itu. Beberapa tangsi militer dan pabrik senjata pun didirikan di Batavia, Semarang dan Surabaya. 

Baehaqi Almutoif-Wartawan Radar Surabaya

Tidak lama setelah menginjakkan kaki di Hindia Belanda, Daendels membangun rumah sakit-rumah sakit dan tangsi-tangsi militer baru. Di Surabaya ia membangun sebuah pabrik senjata, di Semarang ia membangun pabrik meriam dan di Batavia ia membangun sekolah militer. Sejarawan Universitas Airlangga (Unair) Purnawan Basundoro mengatakan, Daendels mendirikan pabrik senjata dengan nama Altelleri Construction Winkel. “Letaknya di daerah Kalimas. Di daerah Dapuan, dekat (penjara) Kalisosok,” ujar laki-laki yang akrab disapa Pur ini kepada Radar Surabaya.

Keberadaan pabrik senjata ini juga diperkuat oleh catatan Von Faber, seorang keturunan Belanda yang lama tinggal di Surabaya. Melalui catatan yang berjudul Oud Soerabaya de Geschiedenis Van Indies Eerste Koopstad Van de Oud-ste Tijden Tot de Instiling Van den Gemeenteraad (1904), dia mencatat keberadaan pabrik senjata yang didirikan Daendels. Von Faber menyebutkan, pabrik senjata tersebut berada di dekat Kalimas. 

Hal yang sama juga diungkapkan sejarawan lainnya, Nasution dalam bukunya Ekonomi Surabaya Masa Kolonial. Dia mencatat, ada industri baja yang terkenal di Surabaya bernama Counstrucsie Winkle. Industri ini bergerak untuk mereparasi peralatan pabrik gula. Kemudian berganti nama menjadi Phoenix. Hingga akhirnya dibeli oleh pemerintah dan diberi nama Artilleri Contruction Winkle yang dikhususkan di bidang perbaikan dan kontruksi dibidang mesin perang dan kapal. 

“Daendels memang ingin menjadikan Surabaya sebagai ibu kota. Beberapa kali dia intens datang ke Surabaya. Maka dari itu dirinya memperkuat kota ini dengan membangun pabrik senjata di dekat Kalisosok,” sebut Pur saat ditemui di kantornya. 

Hanya saja, puing-puing pabrik senjata itu tidak lagi bisa ditemukan. Dari penelusuran di sekitar Penjara Kalisosok dan Kalimas, sudah berubah menjadi pemukiman dan perkantoran. Tidak ada yang tahu pasti dimana letak pabrik senjata tersebut. Tidak ada yang tahu juga pabrik senjata ini kapan hilang dan berganti fungsi. Pastinya, keberadaan pabrik tersebut memperkuat persenjataan Surabaya kala itu. 

Ditambah lagi keberadaan benteng yang dibangun mengitari Surabaya. Keduanya menambah kekuatan Surabaya dari usaha Inggris yang pernah mencoba merebut pada 1806. Sesaat sebelum Daendels datang ke Hindia Belanda, kekuatan ini ditambah dengan berfungsinya Jalan Raya Pos yang mempersingkat jarak temput Batavia-Surabaya semakin memperkokoh kekuatan Surabaya. (6/bersambung/nur)

(sb/bae/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia