Senin, 18 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Kota Lama
Pagar Kota Surabaya, Benteng Prins Hendrik-6

Dibiarkan Runtuh setelah Tidak Punya Musuh Lagi

Selasa, 13 Mar 2018 02:31 | editor : Wijayanto

HILANG: Kota Surabaya 1905 menunjukkan benteng Prins Hendrik sudah tidak tampak lagi.

HILANG: Kota Surabaya 1905 menunjukkan benteng Prins Hendrik sudah tidak tampak lagi. (NET)

Meski memiliki kesan kokoh melindungi seluruh kota. Namun sebenarnya usia Benteng Prins Hendrik tidak terlalu lama. Pagar kota ini rusak termakan zaman. 

Baehaqi Almutoif-Wartawan Radar Surabaya

Sejarawan Universitas Airlangga (Unair) Purnawan Basundoro membenarkan jika benteng yang dibangun menjelang masa tanam paksa tersebut tidak terlalu lama berdiri. Rupanya kemenangan Belanda di Perang Diponegoro semakin menyiutkan perang-perang lainnya di Jawa. "Nyaris tidak punya musuh lagi. Inggris pun yang sebelumnya dikhawatirkan merebut wilayah Belanda di Jawa pada 1816 berangsur-angsur menghilang," ujar Purnawan, Sabtu (2/3). 

Hanya saja, dosen Unair tersebut tidak tahu secara pasti berapa usia benteng yang namanya diambil dari pangeran Kerajaan Belanda itu. Kalau mengacu pada pernyataan Purnawan yang menyebutkan didirikan menjelang masa tanam paksa, berarti benteng ini dibangun sekitar tahun 1830-an. Tiga puluh tahun berselang, pada peta bertarikh 1866, benteng masih kokoh berdiri. 

Begitu juga temuan di peta Surabaya 1897, meski beberapa bagian tampak sudah hilang tapi masih terlihat mengelilingi kota. Sepertinya benteng benar-benar hilang memasuki abad 20. Temuan peta Surabaya 1905, benteng Prins Hendrik tidak terlihat lagi. "Rusak sendiri. Tembok yang mengelilingi kawasan Krembangan (pemukiman warga Eropa) rusak dengan sendirinya. Kayaknya memang dibiarkan rusak oleh Belanda dan tidak dirawat," urainya. 

Pengarang Buku Surabaya-Malang Dua Kota Tiga Zaman tersebut menduga, ada beberapa penyebab runtuhnya benteng. Diantaranya, pertumbuhan penduduk yang sudah tidak bisa ditampung dalam benteng, tak adanya musuh berarti dan mundurnya Inggris dari laut Jawa. Kekuasaan Belanda di Jawa terus bertahan hingga beberapa puluh tahun kemudian.

Perlu diketahui, perang Prancis dengan Inggris merembet juga hingga ke tanah koloni. Jawa menjadi satu-satunya wilayah Belanda-Prancis yang belum dikuasai Inggris. Setelah Isle de France dan Mauritius jatuh ke tangan Inggris 1807. Kapal-kapal Inggris terlihat di perairan laut Jawa pada 1806. Perseteruan Belanda-Prancis dengan Inggris dampak dari perang Napoleon di Eropa. 

"Benteng ini cukup luas dan tinggi. Melindungi objek vital didalamnya. Dilengkapi dengan tembok yang mengelilingi dan parit. Serta memilik meriam di pojok-pojoknya," tandasnya. (bersambung/hen)

(sb/bae/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia