Senin, 18 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Gresik
Lomba Membacakan Nyaring

Dongkrak Angkat Kemampuan Literasi Guru

Selasa, 13 Mar 2018 08:53 | editor : Aries Wahyudianto

Ibu guru Desi Satyana mempersiapkan diri membaca nyaring di hadapan juri, pada lomba Membacakan Nyaring di Aula Dinas Pendidikan, kemarin.

EKSPRESIF: Ibu guru Desi Satyana mempersiapkan diri membaca nyaring di hadapan juri, pada lomba Membacakan Nyaring di Aula Dinas Pendidikan, kemarin. (Esti/Radar Gresik)

Salahsatu cara membangung budaya literasi yakni dengan metode membacakan nyaring. Metode ini dilombakan oleh Perpustakaan Semesta Alam (Salam) diikuti guru sekolah dasar di Gresik.

ESTI SEPTIANI

Wartawan Radar Gresik

METODE membacakan nyaring dinilai efektif dan bisa diaplikasikan oleh setiap guru, khususnya jenjang Sekolah Dasar (SD). Ini untuk menarik perhatian dan meningkatkan minat baca siswa.  Perpustakaan Salam yang menggagas kegiatan ini berupaya mendongkrak minat baca siswa.

Lomba ini diikuti 150 guru dan petugas perpustakaan SD/MI. Mereka berlomba menampilkan ketrampilannya dalam penyisihan Lomba Membacakan Nyaring. Dari penyisihan muncul 32 finalis berlaga di Aula Kantir Dispendik Gresik.

“Karena memang selama ini belum ada lomba membacakan Nyaring, padahal cara ini efektif menarik miat anak untuk membaca buku,” terang Kuswanto, Direktur LSM Mutiara Rindang sekaligus Pengelola Perpustakaan Salam.

Dikatakan, lomba ini bertujuan merangsang ketrampilan peserta dalam meningkatkan kemampuan literasi di sekolah. Selain itu, Perpustakaan Salam bersama program CSR PT Smelting ingin menyebarluaskan manfaat membacakan nyaring kepada para guru dan staf perpustakaan di Kabupaten Gresik.

“Metodenya hampir sama dengan mendongeng. Hanya saja membacakan teks buku cerita yang sesuai denan buku dengan nyaring danekspresif agar anak tertarik memperhatikan,” papar dia.

Dijelaskan, tak banyak guru yang mengenal metode ini untuk mendongkrak minat baca. Padahal, banyak siswa yang menganggap perpustakaan merupakan tempat yang kurang menarik. Bila guru pandai melakukan metode membaca nyaring, maka anak tertarik membaca buku yang mana naskahnya dibacakan secar aekspresif tadi.

“Selain itu, didukung dengan buku laveling pada siswa. Harus disesuaikan dengan kemampuan anaknya,” papar dia.

Guru yang berhasil menjadi Pembaca Nyaring terbaik Se Irma Sonya Suryana dari SDN Muhammadiyah 2 GKB sebagai pemenang. Disusul kemudian Nurus Sofiyah dari SDN Ketanen Panceng dan Juara 3 Kudriyah dari SDN Suci.

“Tak hanya kompetisi, karena sebelumnya kami juga memberikan penyuluhan dan workshop membaca nyaring ini sendiri,” jelas dia.

Sementara itu,  Assistant Section Manager dari PT. Smelting Dwi Bagus Hariyanto mengatakan, program Perpustakaan Salam berusaha memberikan kontribusi terhadap peningkatan ketrampilan guru dan petugas perpustakaan sekolah di Gresik. (est/ris)

(sb/est/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia