Senin, 18 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Peneliti Temukan Habitat Putri Duyung

Selasa, 13 Mar 2018 09:08 | editor : Aries Wahyudianto

Ir Sukandar saat memberikan penjelasan diatas perahu.

Bangga Bawean : Ir Sukandar saat memberikan penjelasan diatas perahu. (Dok/Radar Gresik)

Bawean - Spesies dugong atau ikan duyung banyak ditemukan di perairan laut Pulau Bawean.  Ikan duyung adalah salah satu mamalia laut herbivora dengan makanan utama berupa rumput laut. Demikian dikatakan peneliti dari Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Brawijaya Malang Ir Sukandar.

Dugong memiliki nama ilmiah Dugong dugon merupakan anggota ordo Sirenia. Spesies tersebut telah dilindungi oleh negara Republik Indonesia melalui PP 07 Tahun 1999 tentang pengawetan jenis tumbuhan dan satwa. Sehingga segala jenis pemanfaatan spesies sampai dengan turunannya telah dilindungi oleh negara. 

Cak Kandar, demikian dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan itu disapa, sedang konsentrasi penuh mempelajari spesies terumbu karang di Pulau Bawean.Dia sudah bekali-kali berkunjung ke Pulau Bawean, tujuannya melakukan penelitian, hasilnya memang ada putri duyung atau dugong.

Cak Kandar mengajak kepada seluruh warga Pulau Bawean untuk menjaga aset kekayaan laut, khususnya putri.duyung. Menurutnya aset kekayaan laut di Pulau Bawean belum tentu dimiliki oleh daerah lain di Indonesia, seyogyanya dijaga agar tetap utuh jangan sampai punah.

Pesannya, jangan menggunakan potasium di laut, jangan melakukan pengeboman ikan di laut, termasuk jangan memakai obat-obatan untuk menangkap ikan, selainnya jangan menjaring diatas karang seperti jaring jenis cantran ataupun jangan memasang bubuh diatas turumbu karang. "Bila hal tersebut diatas tidak segera diantisipasi maka aset kekayaan laut terancam rusak. “Diperkirakan lima tahun akan datang sudah hancur,"ungkapnya.

Untuk menjaga keutuhan kekayaan laut di Pulau Bawean, menurut Dosen Unibraw Malang, diperlukan adanya zonasi kawasan di laut yang diatur melalui Peraturan Bupati. Adanya aturan tentunya mengatur kawasan yang dilarang atau diperbolehkan untuk melalukan penangkapan ikan di laut.

Diantara kepulauan di Provinsi Jawa Timur yang masih memiliki aset terumbu karang yang tergolong bagus letaknya di Pulau Bawean dan kepulauan di Pulau Madura. “Pertimbangan jarak tentunya lebih dekat ke Pulau Bawean, termasuk akses transportasinya lebih cepat sehingga prospek tinggi bila dikembangkan untuk wisata bahari,"terangnya. 

Apa saja kekayaaan di laut Pulau Bawean, Cak Kandar menjawab, diantaranya Napoleon, puteri duyung, penyu, padang lamun, dan terumbu karang. "Putri duyung atau dugong ternyata adanya di Pulau Bawean, sedangkan di daerah lain masih sulit menemukannya,"pungkasnya. (bst/rtn)

(sb/ris/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia