Sabtu, 23 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Kawasan Kota Lama Harus Masuk RTRW

Harus Dilindungi dan Bukan Pengembangan Industri

Selasa, 13 Mar 2018 13:50 | editor : Wijayanto

DILESTARIKAN: Salah satu sudut di kawasan kota lama Surabaya. Dewan meminta Pemkot Surabaya memasukkan kawasan kota lama dalam kawasan yang dilindungi untuk menjaga sejarah dan peninggalan masa lalu.

DILESTARIKAN: Salah satu sudut di kawasan kota lama Surabaya. Dewan meminta Pemkot Surabaya memasukkan kawasan kota lama dalam kawasan yang dilindungi untuk menjaga sejarah dan peninggalan masa lalu. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Komisi C DPRD Surabaya meminta agar Pemerintah kota (Pemkot) Surabaya memasukkan kawasan kota lama dalam kawasan yang dilindungi. Dalam konsep detail rencana tata ruang dan wilayah (RTRW), pemkot harus memastikan kawasan cagar budaya itu tidak masuk dalam kawasan industri.
Ketua Komisi C DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri mengatakan, banyaknya bangunan di kota lama harus dilindungi. Meski masuk dalam kawasan industri, namun harus bebas dari penggunaan fasilitas yang berdampak pada perubahan bangunan itu. "Tiba-tiba dirobohkan diganti usaha meski daerah itu kawasan pergudangan dan industri," ucapnya.
Politisi PDI Perjuangan itu menegaskan, adanya detail RTRW jangan malah membuat kawasan Surabaya semrawut. Namun, harus bisa memilah kawasan yang sesuai dengan peruntukannya. "Jangan seenaknya bilang kawasan hijau, merah dan kuning tanpa melihat kondisi di lapangan," ucapnya.
Menurutnya, kawasan kota lama harus didata dan dirawat dengan baik. Aset bersejarah itu sangat berharga yang nantinya jadi aset luar biasa yang dimiliki oleh pemkot. "Pendataan sangat penting dan jangan dilihat dari profit bisnisnya saja, yang akhirnya menghilangkan nilai sejarah di Surabaya," jelasnya.
Selain kawasan hijau maupuan lahan konservasi yang dilindungi, kawasan kota lama juga menjadi prioritas. Sebagai Kota Pahawan, Surabaya memiliki sejarah yang tidak bisa dihilangkan. Terutama dari banyaknya bangunan bersejarah yang masuk dalam cagar budaya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Surabaya Widodo Suryantoro mengatakan, pendataan banguan yang masuk kawasan kota lama memang sedang dilakukan. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan kecamatan hingga kelurahan agar ada pendataan bangunan bersejarah yang masuk dalam bangunan kota lama.
“Karena itu kami ingin ada laporan bangunan kota lama yang nantinya masuk kota lama,” ujarnya.
Pihaknya bersama dengan pakar sejarah juga akan meneliti dan memastikan bangunan itu masuk cagar budaya. Jika tidak, maka bangunan tersebut tidak akan menjadi bangunan yang dilindungi. “Itu nantinya juga berpengaruh terhadap renovasi bangunan tersebut boleh apa tidak,” ucapnya. (vga/nur)

(sb/vga/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia