Senin, 18 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Telur yang Dipanaskan Bisa Memicu Kanker

Selasa, 13 Mar 2018 13:59 | editor : Wijayanto

Telur yang Dipanaskan Bisa Memicu Kanker

SURABAYA - Penyebab kanker ada banyak sekali, salah satu yang utama adalah asupan makanan yang tidak sehat. Tak banyak orang tahu ternyata memanaskan makanan, yang  biasa orang Indonesia lakukan sehari-hari bisa memicu tumbuhnya sel kanker. Hal ini disampaikan oleh dokter spesialis penyakit dalam Rumah Sakit Adi Husada Undaan Wetan Surabaya dr Budi Herlianto, Sp.PD. Ia menyampaikan, salah satu pemicu kanker yang sering terjadi di masyarakat adalah memanaskan makanan berulang kali.
“Yang terjadi pada kita kan merasa sayang kalau membuang makanan. Akhirnya dipanaskan terus menerus. Padahal, senyawa yang terkandung dari makanan bisa berubah menjadi racun dalam tubuh yang bisa memicu tumbuhnya sel kanker apabila terkena suhu tinggi,” ujarnya kepada Radar Surabaya, Senin(12/3).
Seorang peneliti kanker, Eden Tareke dari Universitas Stockholm, Swedia, menemukan akrilamida, bahan pemicu kanker yang terbentuk pada makanan yang dipanaskan. Menurut penelitian itu, makanan kaya karbohidrat jika digoreng akan terurai, kemudian bereaksi dengan asam amino menghasilkan senyawa karsinogenik (pemicu kanker, Red) yang bernama akrilamida.
Namun tak perlu khawatir, tak semua makanan yang dipanaskan bisa memicu adanya kanker. Ada beberapa makanan yang tidak boleh dipanaskan karena kandungannya bisa berubah menjadi racun saat terkena suhu tinggi, seperti telur, ayam, kentang, bayam, brokoli.
“Telur yang dihangatkan dapat memunculkan kandungan racun, khususnya dibagian kuning telur yang dapat menganggu sistem pencernaan,” terang Budi.
Sementara pada ayam sama seperti telur, ayam juga memiliki kandungan protein yang cukup tinggi. Selain itu, ayam juga diketahui memiliki kandungan rendah lemak. Akan tetapi, jika daging ayam dimasak kembali atau dipanaskan. Maka, kandungan protein yang dikandungnya akan berubah dan akibatnya dapat menyebabkan masalah pencernaan.
Kentang banyak mengandung zat besi dan tembaga yang sangat baik untuk nutrisi otak. Selain itu, kentang juga memiliki kandungan karbohidrat yang mudah untuk dicerna sehingga baik untuk kesehatan lambung.
“Tapi ternyata, kentang jika dipanaskan berulang kali dapat mengeluarkan senyawa beracun yang dapat menyebabkan penyakit langka,” tegasnya.
Untuk bayam, yang sebenarnya banyak mengandung zat besi, vitamin dan serat yang tinggi. Namun, setelah beberapa jam dimasak bayam akan berwarna kehitaman. Jika dipanaskan berulang kali, kandungan nitrat yang ada dalam bayam akan berubah menjadi nitrit dan bersifat zat karsinogen yang dapat memicu penyakit kanker.
Yang terakhir adalah brokoli. Sayuran ini memiliki kandungan vitamin A dan C yang sangat baik jika dikonsumsi tubuh. Namun seperti bayam, brokoli mempunyai kandungan nirat yang akan berubah menjadi nitrit jika dipanaskan berulang kali. “Sehingga dapat menyebabkan penyakit kanker,” pungkas Budi. (is/nur)



(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia