Jumat, 22 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

DR Property Optimistis Dua Tower Pertama Selesai 2020

Selasa, 13 Mar 2018 14:20 | editor : Wijayanto

PENGEMBANGAN APARTEMEN: Yandi Bagus Tedja (kanan) bersama Darman Tedja, Komisaris DR Property Group menjelaskan rencana pengembangan apartemen Sukolilo Residence.

PENGEMBANGAN APARTEMEN: Yandi Bagus Tedja (kanan) bersama Darman Tedja, Komisaris DR Property Group menjelaskan rencana pengembangan apartemen Sukolilo Residence. (ABDULLAH MUNIR/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Meskipun kondisi pasar properti masih melambat, namun DR Property Group tetap komitmen menyelesaikan pembangunan apartemen Sukolilo Residence tepat waktu. Dari total 10 tower untuk tahap awal dibangun dua tower dulu dengan investasi Rp 5 triliun.
Menurut Yandi Bagus Tedja, direktur utama DR Property Group, saat ini persiapan pembangunan terus dilakukan termasuk proses perizinan yang ditunggu sudah keluar. Sekarang pihaknya menunggu hasil tender kontraktor yang akan mengerjakan proyek.
“Semua perizinan sudah clear. Sebentar lagi kami akan MoU dengan kontraktor. Setelah itu proses konstruksi akan kami mulai April nanti,” ujar Yandi disela open house di kantornya, Minggu (11/3).
Dikatakan Yandi, Apartemen Sukolilo Residence dikembangkan di atas lahan seluas 6,5 hektar. Nantinya total ada 10 tower yang akan dikembangkan. Tahap awal bangun dua tower dulu. Dia yakin pembangunan akan berjalan lancar sehingga Desember 2020 sudahb bisa serah terima.
“Kami optimistis pembangunan akan selesai sesuai schedule sehingga proses handover sudah bisa kami mulai pada akhir tahun 2020,” kata Yandi.
Saat ini, lanjut Yandi, pihaknya baru menjual satu tower dulu. Sebanyak 500 unit yang terdiri dari lima tipe yakni 43, 64, 57, 117, dan 156 meter persegi sudah dipasarkan. Sambutannya cukup bagus. Lebih dari 30 persen  sudah terjual dengan harga mulai Rp 700-an.
Pihaknya memang sengaja membidik end-user. Sebab konsep Sukolilo Residence berbeda dengan apartemen pada umumnya baik ukurannya maupun fasilitasnya. Sehingga sampai kemarin pembeli dari end-user cukup dominan yakni 70 persen lebih.
“Pembeli dari investor sedikit jumlahnya. Kami ingin begitu serah terima, langsung ramai sebab mayoritas  pembelinya end-user,” kata Yandi.
Dia yakin tower satu akan sold out sesuai rencana. Apalagi kalau proses pembangunan sudah dimulai dan sudah kelihatan progresnya, maka penjualan akan lebih mudah. Sebab umumnya pembeli property akan lebih percaya kalau sudah kelihatan bangunannya. (fix/hen)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia