Senin, 18 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Baru 55 Pengembang Serahkan PSU

Selasa, 13 Mar 2018 19:14 | editor : Lambertus Hurek

Jalan di Perum Deltasari belum diserahkan ke pemkab.

Jalan di Perum Deltasari belum diserahkan ke pemkab. (DOK)

Banyak keluhan dari masyarakat yang ditujukan ke Pemkab Sidoarjo namun tidak bisa ditangani. Misalnya, jalan rusak dan Penerangan Jalan Umum (PJU) di kawasan perumahan. Masalahnya adalah banyak pengembang perumahan di Sidoarjo tidak hanya tidak mematuhi aturan untuk rekondisi jalan setelah pembangunan. Selain itu juga lalai tidak menyerahkan Prasarana dan Sarana Umum (PSU) ke Pemkab Sidoarjo.
Kepala Bidang Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sidoarjo Soebandi mengatakan, hanya sebagian kecil pengembang yang mematuhi aturan tersebut, yakni 10 persen. Dia menyebutkan, hingga saat ini total perumahan yang berdiri di Sidoarjo ada 567.
“Dari jumlah itu yang sudah menyerahkan PSU baru 55 perumahan,” katanya.
Pria yang akrab disapa Bandi ini menyebutkan, ada beberapa kendala yang membuat pengembang tidak menyerahkan PSU-nya. Penyebab utamanya adalah pengembang sudah meninggalkan perumahan. Ketika sudah laku, ditinggal oleh pengembangnya.
Pemkab sebenarnya bisa melakukan langkah pengambil alihan secara sepihak terhadap perumahan yang ditinggal oleh pengembangnya. Masalahnya, site plan dan sertifikat tidak ditemukan. "Sehingga sulit bagi pemkab untuk mengambil alih," lanjutnya.
Kendala lainnya adalah kondisi PSU yang tidak terawat sehingga pengembang tidak bisa menyerahkan ke pemkab. Sebab salah satu syarat penyerahan PSU adalah harus diserahkan dalam kondisi baik, sedangkan perumahan yang sudah lama berdiri PSU-nya tidak terawat.
Mengenai hal ini, Bandi mengaku pihaknya sudah melakukan sejumlah upaya untuk meminta pengembang menyerahkan PSU. Pertama dengan membuat surat teguran kepada pengembang perumahan. “Jika tidak berhasil, cara kedua Dinas PUPR melakukan pendekatan kepada REI untuk menegur anggotanya yang belum menyerahkan PSU,” jabarnya.
Ke depan, untuk mencegah pengembang melarikan diri usai unit perumahan terjual semua, Dinas PUPR meminta perumahan baru untuk menyerahkan PSU di awal. Yakni ketika mengajukan izin site plan sekaligus membuatkan surat pelepasan hak. Sedangkan untuk perumahan yang lama, pihaknya akan mengambil alih secara sepihak. (nis/jee)

(sb/nis/rek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia