Kamis, 21 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Features Sidoarjo

Yudha Iryawan, Modifikator Motor Tua Berawal dari Hobi

Selasa, 13 Mar 2018 19:17 | editor : Lambertus Hurek

Yudha sedang memofifikasi motor.

Yudha sedang memofifikasi motor. (IST)

Berawal dari hobi mengutak-atik motor, Yudha Iryawan berhasil membuat kesenangannya tersebut menjadi pekerjaan sehari-hari. Ratusan motor sudah pernah ia custom.

MUS PURMADANI
Wartawan Radar Sidoarjo

AWAL pria 33 tahun ini serius menjalankan usaha ini sekitar tahun 2002. Awalnya ia hanya sebatas ngecat dan modifikasi motor-motor bebek. Namun tahun 2004, bapak dua anak ini mulai melakukan modifikasi CB 100 dan keterusan sampai sekarang.
Yudha Iryawan menuturkan kecintaannya terhadap motor tua berawal dari nonton film Jepang yang menunjukkan banyak motor tua. “Nah disitulah saya mulai tertarik. Awalnya saya utak-atik motor saya sendiri, akhirnya lama-lama banyak yang tertarik dan menyuruh saya untuk membangun motornya,” jelasnya.
Sampai pada tahun 2006, meski tetap konsisten pada motor tua, Yudha beralih ke kelas motor Amerika dan Eropa, seperti Harley Davidson, Royal Enfield, BSA maupun Norton. Menurutnya pecinta motor tua adalah titik paling puncaknya penggemar motor. Alasannya, motor tua memiliki gengsi tersendiri. Selain sudah tidak diproduksi, perawatannya juga susah.
“Itu membuat saya semakin suka dengan motor tua,” katanya.
Suami dari Kartika Rahmawati ini mengatakan tahun 2007-2008 usahanya di bidang custom motor ini sempat vakum lantaran rumahnya di Desa Siring, Kecamatan Porong terdampak lumpur. Bahkan bengkelnya juga terendam dan banyak peralatan saya yang ketinggalan di bengkel tersebut. Namun kini ia menekuni pekerjaannya itu kembali setelah tinggal di Desa Sukorejo, Kecamatan Buduran.
 Yudha mengaku keahliannya dalam memodifikasi maupun membangun motor ini diperolehnya secara otodidak. “Waktu itu saya hanya sering membaca majalah dan memperhatikan proporsional,” katanya.
Dalam memodifikasi, ia selalu menggunakan caranya sendiri. Bahkan ia tidak pernah melihat internet maupun apa yang lagi tren saat ini. “Tidak harus menonjolkan gaya. Kalau saya lebih suka mementingkan kenyamanan,” imbuhnya.
Ia pun kadang mementahkan saran pelanggan. Misalnya, ada pelanggan ingin memodikasi motor. Biasanya pelanggan selalu membawa contoh motor yang diiinginkannya. Tapi ia selalu memberikan saran yang sesuai proporsionalnya.
“Misalnya motor CC kecil ingin diubah bergaya motor gede, atau sebaliknya. Alhamdulillah pelanggan banyak yang senang dengan karya saya,” katanya.
Meskipun demikian ada saja pelanggan yang kukuh dengan konsep yang dibawanya. Kalau sudah begitu ia pun tidak mampu menolaknya. (*/jee)

(sb/nis/rek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia