Senin, 18 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Sportainment
Bulutangkis All England 2018

Undian Kurang Menguntungkan Wakil Indonesia

Selasa, 13 Mar 2018 20:48 | editor : Abdul Rozack

Anthony Sinisuka Ginting

Anthony Sinisuka Ginting (zimbio)

London -  Wakil-wakil Indonesia yang akan turun di All England 2018 menghadapi undian yang kurang menguntungkan. Beberapa di antara mereka akan saling berhadapan di babak awal. All England 2018 mulai digelar Rabu (14/3).

Tim Merah Putih dipastikan akan kehilangan wakil lebih cepat di sektor tunggal putra dan ganda putra karena pertemuan sesama pebulutangkis Indonesia di babak pertama.

Tommy Sugiarto dan Anthony Sinisuka Ginting akan saling berhadapan untuk memperebutkan tiket ke babak kedua. Begitu pula dengan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo yang akan melawan Angga Pratama/Rian Agung Saputro.

Pemenang dalam laga antara Marcus/Kevin dan Angga/Rian juga berpotensi bertemu wakil Indonesia lainnya di babak kedua, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Di babak pertama Fajar/Rian harus berhadapan dengan wakil Malaysia Ong Yew Sin/Teo Ee Yi.

Pertemuan antara sesama wakil Indonesia juga berpeluang terjadi di sektor ganda campuran. Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang bertemu Evgenij Dremin/Evgenia Dimova akan bertemu juniornya, dengan catatan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja menang atas Tan Kian Meng/Lai Pei Jing.

Sedangkan di sektor ganda putri, pertemuan sesama pebulutangkis pelatnas kemungkinan akan terjadi di babak perempat final dengan syarat Greysia Polii/Apriyani Rahayu dan Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta dapat mengalahkan lawannya masing-masing.

Menanggapi pertemuan dini wakil-wakil Indonesia, salah satu pelatih pelatnas PBSI Herry Iman Pierngadi berharap di masa depan pengundian All England dapat dilihat secara langsung.

"Optimistis [meraih gelar juara] tetap dong, tetapi disayangkan drawing-nya kurang menguntungkan untuk Indonesia. Masukan buat BWF, kalau turnamen penting seperti All England, ada baiknya proses drawing itu disiarkan langsung via live streaming atau ada saksi," kata pelatih ganda putra itu seperti dilansir situs PBSI. 

"Misalnya seperti di beregu,drawing manual dan bisa dilihat semua orang. Jadi kalau draw-nya sudah begitu dan masih ketemu sesama Indonesia, ya namanya nasib. Kalau pun drawingmenggunakan komputer, ada baiknya bisa disaksikan, kan jauh lebih fair, ini menurut pemikiran saya," sambungnya. Di sektor tunggal putri tidak akan terjadi pertemuan antar sesama wakil Merah Putih karena hanya Fitriani yang menjadi utusan Indonesia.(bul)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia