Senin, 18 Jun 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya
Siswa Kelas VII SMP Gema 45

Tewas Tenggelam di Danau Taman Angsa, Ini Status WA Terakhir Tommy

Selasa, 13 Mar 2018 21:06 | editor : Abdul Rozack

TINGGAL KENANGAN: Status di WhatsApp korban yang diunggah Minggu malam (13/3) sekitar pukul 19.00. Foto korban Tommy Oktavian.

TINGGAL KENANGAN: Status di WhatsApp korban yang diunggah Minggu malam (13/3) sekitar pukul 19.00. Foto korban Tommy Oktavian. (M MAHRUS/RADAR SURABAYA)

SURABAYA-Duka mendalam menyelimuti keluarga korban Tommy Oktavian, 15, di rumah duka Jalan Pakis Tirtosari Gang X B nomor 7, Sawahan Senin (12/3) sekitar pukul 21.00. Ibu korban Nyiami Windiati, dan ayah korban Budi Sulistyono sangat terpukul atas meninggalnya Tommy anak pertamanya yang duduk di bangku kelas VII SMP Gema 45 Surabaya. 

Tak hanya kedua orang tua, beberapa keluarga, tetangga dan rekan-rekan korban juga memadati depan rumah gang. Mereka ikut berbelasungkawa dan bertakziah untuk mengantarkan jenazah korban ke tempat pemakaman umum Pakis Gunung Surabaya. 

Kris, paman korban mengatakan, sebelum kejadian paginya korban masih masuk sekolah. Karena, Senin itu ada hari pertama ujian sekolah. Namun, selepas pulang, korban tidak pamitan kalau mau bermain ke Taman Angsa di perumahan Surabaya Barat tersebut. 

"Dia tidak pamitan ke orang tua kalau mau main ke sana. Hanya pamit mau bermain dan akan pulang sebelum magrib," kata Kris saat ditemui di depan rumah duka, Senin malam (12/3). 

Mahmud, 52, salah satu tetangga korban menambahkan, sebelum meninggal korban sempat menulis status di WhatsApp Minggu malam (11/3) sekitar pukul 19.00 yang intinya pesan perpisahan kepada teman-temannya.

"Ini screenshot pesan status korban, anak saya punya setelah dikirimi teman-temannya. Isinya "perpisahan bukan berhenti untuk menyatukan hati meskipun tidak di satu tempat lagi. Ojo lali aku Yo rek.8 c," ujar Mahmud menirukan status WhatsApp korban, Selasa dinihari (13/3). 

Ibu dua anak itu mengatakan, korban merupakan anak yang baik dan ramah terhadap para tetangga. Biasanya korban jika berangkat ke sekolah masih diantar oleh ibunya.

Lebih lanjut Mahmud menjelaskan, korban juga masih satu sekolah dengan anaknya yang sudah kelas IX. "Ayah korban buka usaha cuci motor dan mobil. Sementara ibunya ibu rumah tangga," jelas Mahmud saat ditemui di ruang tamunya.

Menurut Mahmud, korban juga sering membantu mengambil air dari sumur yang akan digunakan stok untuk mencuci mobil dan motor di tempat usaha ayahnya. Kadang menggunakan jerigen dan dimuat dengan sepeda motor. Selain itu korban, dikenal aktif bergaul di masyarakat seperti ikut kegiatan karang taruna dan kerja bakti. 

Kapolsek Lakarsantri Kompol Dwi Heri Sukiswanto mengatakan setelah dilakukan pemeriksaan terhadap teman-temannya, Senin sore itu mereka sudah janjian untuk bermain di Taman Angsa. "Mereka sudah janjian bersama. Semuanya adalah teman sekolahnya SMP Gema 45 Surabaya," ujar Heri, Selasa (13/3). 

Di antara teman korban yang ikut bermain ke taman Angsa kemarin adalah Aryen,15, warga Jalan Pakis Gunung Gang 1 nomor 33, Maulana Luthfi, 14, warga Jalan Kembang kuning keramat 1/16, Zakaria, 14, warga Jalan Dukuh Kawal 4/27, Wahyu Saputra, 15, warga Jalan Pakis Tirto Sari Gang 10 B, Gilang, 14, warga Jalan Girilaya, dan Aldi, 14, warga Jalan Dukuh kawal Surabaya. "Namun keenam teman korban masih selamat," ungkapnya. 

Heri menuturkan, kronologi sebenarnya adalah bermula dari keenam teman korban yang berwefie di bibir danau. Kemudian handphone (HP) seorang teman yang namanya Aryen jatuh. Aryen pun mencoba mengambil HP. Akan tetapi saat mencari dengan mencelupkan tangan ke dalam  kolam, dia terpeleset malah tercebur kolam. 

Karena tidak bisa berenang kemudian Aryen minta tolong dengan mengangkat tangannya. Tak berselang lama Lutfi berusaha menolong korban dengan cara menarik tangan Aryen. Namun Lutfi malah ikut tercebur kolam. 

"Saat itu korban berusaha menolong dengan menceburkan diri ke kolam dan akan menarik tangan temannya. Karena tidak bisa renang korban ikut tenggelam," jelasnya. 

Melihat ketiga temannya tenggelam, Zakaria mencoba membantu menolong namun sama juga malah ikut tenggelam. Yang terakhir Wahyu mencoba menolong temannya. Dan dia berhasil menolong Aryen. Namun dirinya juga masih berada di kolam. "Melihat lima temannya tenggelam Gilang dan Aldi meminta bantuan satpam di pos," lanjutnya. 

Satpam Sutikno pun bergegas menolong anak yang tenggelam. Dia berhasil menyelamatkan keempat anak baru gede yang tenggelam itu. Sementara untuk korban Tommy saat itu tidak muncul di permukaan. Selang setengah jam kemudian korban baru ditemukan dari dasar kolam yang berlumpur. Namun nasib berkata lain korban ditemukan sudah tidak bernapas. Kemudian dievakuasi ke pinggir kolam. Setelah dilakukan olah TKP dan keluarga korban dihubungi, keluarga meminta jenazah tidak usah diotopsi.(rus/no)

(sb/rus/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia